Memilih Kehendak Allah

Memilih Kehendak Allah

Jadwal pembacaan Alkitab : Bilangan 24 – 26:1-14 dan Markus  14:27-52

Markus 14:36b “… tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”

 

Ketika Tuhan Yesus di taman Getsemani, di sanalah terdapat pilihan yang paling besar! Di taman Getsemani, Tuhan boleh berkata, “Aku tidak mau mati.” Tetapi Dia berkata, “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripadaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Meskipun Dia nampak bahwa cawan itu sangat menakutkan, tetapi Dia tidak berani dengan maksud diri sendiri memutuskan sesuatu. Dia tidak takut mati, tetapi Dia takut menanggung dosa. Dia tidak takut cawan, tetapi sifatNya yang kudus takut menanggung dosa. Ketika Dia belum menggandengkan cawan dengan kehendak Allah, Dia masih bisa berkata, “Jika sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu.” Tetapi Dia segera menyambung, “Tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Jadi di Getsemani, Dia khusus memilih kehendak Allah, khusus menolak kehendak yang bukan dari Allah. Apa yang terakhir kali Dia katakan kepada Petrus? Dia berkata, “Bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepadaKu?” Saya boleh memberitahu Anda, jika tidak ada Getsemani, maka tidak akan ada salib. Tidak ada ketaatan Getsemani, tidak ada ketaatan di salib. Ketaatan selalu mendahului salib. Tuhan kita telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Banyak orang karena konsikrasinya di Getsemani tidak baik, maka begitu sampai di depan salib, mereka segera melarikan diri, karena di belakang mereka tidak ada kekuatan yang menunjang. Setiap hari kita harus belajar mendekati Allah, menikmati suplai-Nya, agar hari demi hari di bumi ini, kita bisa memilih kehendak Allah dan menolak kehendak yang bukan dari Allah.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, ampuni kami yang tidak taat kepada kehendak-Mu. Tuhan Yesus, kami mohon agar Engkau menjadi kekuatan untuk memilih dan melakukan kehendak-Mu sepanjang hari ini. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Courtesy Image Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply