Posted in Devotions

Air Hidup

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Samuel 5 – 7 dan Lukas 4:1 – 26

Yohanes 4:14b  “…Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Harta benda, kesenangan dunia bukan hanya tidak bisa meleraikan haus, bahkan menambah rasa haus. Semakin orang mendapatkan harta benda, semakin menikmati kemewahan dunia, ia semakin haus, semakin bernafsu mencarinya. Karena itu Tuhan Yesus berkata, “Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi.” Seseorang setelah mendapat keuntungan Rp 10.000,- ingin mendapatkan keuntungan Rp 100.000,-. Setelah itu ingin Rp 1.000.000,- dan seterusnya, tidak ada puasnya. Sudah punya satu istri, ingin mencari istri atau selir lagi. Yang sudah ada kedudukan ingin mencapai kedudukan yang lebih tinggi lagi, begitulah seterusnya tidak pernah puas, terus merasa haus, sampai kematian tiba. Segala benda dan kesenangan dunia ini hanya menambah rasa haus manusia saja, tidak dapat melenyapkan rasa haus itu. Malahan semua harta benda dan hiburan dunia kalau salah pemakaiannya, salah mengusahakannya, akan menjadi racun yang mencelakakan manusia. Bukan hanya kehidupan di dunia yang fana ini berantakan, tetapi juga akhirnya jiwanya akan musnah, menderita sengsara di neraka selama-lamanya.

Air yang diberikan oleh Kristus adalah kehidupan-Nya, yakni kehidupan Allah. Allah menaruh kehidupan-Nya ke dalam Kristus sebagai air hidup yang diberikan kepada manusia. Allah mengutus Kristus datang dengan maksud agar manusia mendapatkan air hidup ini. Kristus terbelah di atas salib tidak lain mempunyai tujuan membebaskan air hidup ini. Begitu masuk ke dalam diri manusia, air hidup ini segera membuat manusia puas, tidak haus lagi, karena di dalam manusia sekarang ada mata air kehidupan yang memancar terus-menerus sampai kepada hidup yang kekal.

Doa:” Ya Allah Bapa kami. Jaga kami agar tidak tergoda oleh tipuan Iblis yang menggiurkan namun menyesatkan; sebaliknya terus menikmati Kristus sebagai kepuasan sejati kami.Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply