Aku datang seperti pencuri

Jadwal pembacaan Alkitab : Nahum 1:1 – 3 dan Wahyu 15:1-16:21.

 

Wahyu 16:15,Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.

 

Kita perlu berjaga-jaga dan siap sedia untuk diambil, dengan “dicuri” oleh penampakan Tuhan secara rahasia seperti “pencuri”, ke dalam kehadiran-Nya (parousia) di langit (Mat. 24:40-44). Seorang pencuri datang untuk mencuri barang-barang yang berharga pada waktu yang tidak diketahui. Tuhan akan datang secara rahasia seperti seorang pencuri untuk mencuri Anda jika Anda begitu berharga.

Kita perlu memperhatikan diri kita sendiri, supaya hati kita jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas diri kita seperti suatu jerat; sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Selain itu, kita perlu berjaga-jaga setiap saat, memohon agar kita dapat luput dari semua yang akan terjadi itu dalam kesusahan besar, dalam tiga setengah tahun dari minggu terakhir zaman ini, dan supaya kita dapat tahan berdiri di hadapan Anak Manusia, Kristus (Luk. 21:34-36).

Kita perlu menjadi orang yang menjaga hati kita agar tidak dapat dipengaruhi oleh hawa nafsu, kemabukan, dan kekhawatiran. Hawa nafsu adalah pengumbaran dalam minum-minum dan pesta. Jika hati kita penuh dengan kekhawatiran, maka dalam hati kita tidak ada ruangan bagi Allah, bagi Kristus. Kita mungkin menghadiri suatu perhimpunan gereja, tetapi hati kita tidak di dalam perhimpunan karena hati kita diduduki oleh hal-hal duniawi. Kita perlu menjaga hati kita, karena kita tidak ingin hari kesusahan besar melanda kita secara tiba-tiba sebagai satu jerat. Hari itu akan seperti air bah yang secara tiba-tiba melanda orang-orang pada zaman Nuh. Kita perlu berjaga-jaga dan berdoa supaya kita dapat luput dari segala hal itu dan dapat berdiri di hadapan Anak Manusia.

 

Doa: “Ya Bapa, ampunilah diri kami yang acap kali masih diduduki oleh hal-hal duniawi dan kekhawatiran dunia. Rebutlah hati kami dari dunia dan semua hal yang bukan Allah. Mohon rahmat dan belas kasihan-Mu membawa kami terus berjaga-jaga dan berdoa supaya kami dapat luput dari kesusahan besar dan dapat berdiri di hadapan Anak Manusia. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply