Allah membenci campur aduk

Jadwal pembacaan Alkitab : Zefanya 1:1 – Hagai 2:24 dan Wahyu 18:1-24.

 

Wahyu 18:4,Lalu aku mendengar suara lain dari surga berkata, “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari hadapannya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.

 

Firman Allah adalah agar anak-anak-Nya tidak terlibat dalam perkara apa pun yang mengandung karakter Babel. Allah mengatakan bahwa kita harus keluar dari setiap situasi di mana kekuatan manusia dicampur-adukkan dengan kekuatan Allah, kemampuan manusia dicampur-adukkan dengan pekerjaan Allah, dan pendapat manusia dicampur-adukkan dengan firman Allah. Kita tidak dapat mengambil bagian dalam apa pun yang mengandung karakter Babel. Kita harus keluar darinya. Anak-anak Allah harus belajar dari dalam hati mereka untuk memisahkan diri mereka dari Babel dan menghakimi semua tindakan Babel. Jika mereka melakukannya, mereka tidak akan dihukum bersama Babel.

Allah membenci prinsip Babel ini lebih daripada apa pun. Semua orang yang sehati dengan Allah harus mengatakan, “Haleluya!” Karena Allah telah menghakimi Babel. Kita harus memperhatikan di hadapan Allah, berapa banyak dalam diri kita yang tidak mutlak. Apa saja yang setengah-setengah, tidak bersungguh-sungguh, adalah Babel. Kita mohon Allah menerangi kita, supaya dalam terang-Nya kita dapat menghakimi segala sesuatu dalam diri kita yang tidak mutlak. Hanya jika kita menghakimi diri kita sendiri sedemikian rupa, kita dapat mengakui bahwa kita juga membenci prinsip Babel. Mohon Tuhan memberikan kasih karunia-Nya, tidak membiarkan kita mencari kemuliaan dan kehormatan di luar Kristus. Apa yang diinginkan Allah agar kita dambakan dan cari adalah menjadi orang yang mutlak, bukan orang yang hidup dalam prinsip Babel.

Doa: “Ya Bapa, ampunilah diri kami yang seringkali masih tidak mutlak terhadap Allah. Kami mau membenci prinsip Babel sama seperti Allah kami yang membenci campur aduk. Janganlah biarkan kami mencari kemuliaan dan kehormatan di luar Kristus, supaya kami juga tidak dihukum bersama-sama dengan Babel. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply