Asal Tidak Bimbang dan Percaya

Asal Tidak Bimbang dan Percaya

Jadwal pembacaan Alkitab : Bilangan pasal 13 – 14 dan Markus pasal 11

Markus 11:23 “Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”  

Dalam kitab Injil kita dapat melihat bahwa ada yang unik bagaimana Tuhan melakukan, seperti menyembuhkan orang yang sakit pendarahan “Dia berkata: Asal kujamah saja jubahnya, aku akan sembuh” (Mrk. 5:28).  Saat itu Tuhan tidak terlihat mau menyembuhkan perempuan itu. Tapi dengan iman perempuan itu menjamah jubah Tuhan pasti sembuh. Dia menjamah jubah Tuhan dan saat itu juga berhentilah pendarahannya. Di sini kita bisa melihat karena imannyalah ia mendapatkan kesembuhan. Seorang perwira hanya meminta pada Allah memberikan sepatah kata dan dia beriman hambanya akan sembuh (Luk.7:7). Dan seketika itu Dia tidak pernah menemukan iman sebesar itu diantara orang Israel. Dua kisah ini memperlihatkan iman mereka yang besar, tidak bimbang hati dan percaya mereka pasti mendapatkan apa yang mereka minta pada Tuhan.

Keadaan yang sering terjadi, saat kita meminta sesuatu pada Tuhan, kita masih tidak sepenuhnya percaya mendapatkannya bahkan selesai berdoa masih bimbang hatinya. Pertanyaan hari ini bagaimana sikap doa kita? Apakah sewaktu doa kita menjamah Tuhan seperti perempuan itu menjamah jubah Tuhan? Apakah kita meminta sepatah kata dari Tuhan seperti perwira itu? Dan perkataan Tuhan menjadi iman kita? Kita perlu berpaling kembali pada Tuhan. Doa kita bukan hanya meminta tapi doa yang bisa menjamah hati Tuhan dan ada perkataan-Nya yaitu firman-Nya tinggal dalam hati kita menjadi iman kita (Rm. 10:17). Doa dengan iman, tidak bimbang hati dan percaya saja bahwa kita telah mendapatkan yang kita minta dan doakan (Mrk. 11:24). Jika kita mempraktekan sikap doa yang demikian, kita akan melihat bagaimana Tuhan menjawab doa kita.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, ajarlah kami untuk berdoa dengan iman terhadap firman-Mu. Jagalah kami agar kami tidak bimbang, tetapi percaya sepenuhnya kepadamu. Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Courtesy image Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply