About admin

Posted in Articles
Anak daud anak abraham

Anak daud anak abraham

Jadwal pembacaan Alkitab : Kejadian 1-2 dan Matius 1:1-25

Firman Tuhan dalam Matius 1:1,“Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.”

Kristus adalah Anak Daud (Mat. 9:27; 15:22; 20:30-31; 21:9). Salomo, Anak Daud, adalah lambang Kristus dalam tiga aspek utama. Pertama, dia melambangkan Kristus mewarisi kerajaan (2 Sam. 7:12b, 13b; Yer. 23:5; Luk. 1:32-33). Kedua, Salomo memiliki hikmat dan mengucapkan perkataan hikmat. Dalam Matius 12 Kristus, lebih besar dari Salomo (ay. 42), juga memiliki hikmat dan mengucapkan perkataan hikmat. Ketiga, Salomo membangun bait Allah (2 Sam. 7:13a). Sebagai Anak Daud, Kristus membangun bait Allah, gereja.
Anak Daud melambangkan kerajaan. Kristus, Anak Daud, adalah Raja, Penguasa. Sebagai Anak Daud, Kristus membawa kita ke dalam kerajaan surga (Mat. 5:3). Kristus adalah Anak Daud juga agar kita berbagian dalam kuasa ilahi. Menurut Injil Matius Tuhan telah memberi kita kuasa untuk mengikat dan melepaskan. “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga” (Mat. 16:19).
Yesus Kristus juga disebut Anak Abraham. Ishak, anak Abraham adalah lambang Kristus dalam tiga aspek utama. Pertama, Ishak membawa berkat kepada segala bangsa, Yahudi dan Kafir (Kej. 22:18; Gal. 3:16, 14). Kedua, Ishak dipersembahkan kepada Allah sampai mati dan dibangkitkan (Kej. 22:1-12; Ibr. 11:17, 19). Ketiga, Ishak menerima mempelai perempuan (Kej. 24:67). Ini adalah lambang Kristus sebagai Dia yang dijanjikan yang membawa berkat kepada segala bangsa, yang dipersembahkan kepada Allah sampai mati, yang dibangkitkan, dan yang akan menerima mempelai perempuan-Nya (Yoh. 3:29; Why. 19:7).

Doa :“Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Alfa dan omega

Alfa dan omega

Jadwal pembacaan Alkitab : Maleakhi 1-4 dan Wahyu 22:1-21.

 

Wahyu 22:12-13, “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”

“Aku datang segera” adalah peringatan yang Tuhan ulangi agar kita memperhatikan upah-Nya pada saat kedatangan-Nya kembali. Pada saat Tuhan datang kembali, setelah pengangkatan kaum beriman, upah (pahala) ini akan diberikan kepada setiap orang beriman di depan takhta penghakiman Kristus (2 Kor. 5:10; 1 Kor. 4:5; Rm. 14:10; Mat. 16:27).

Ayat 13 menunjukkan Tuhan Yesus adalah Allah. Tuhan yang kita layani adalah Alfa juga Omega. Dia adalah huruf pertama, huruf terakhir, dan semua huruf yang ada di antara kedua huruf itu. Artinya, Dia dapat dan bersyarat menggenapkan semua yang dikatakan kitab ini tentang Dia. Tuhan Yesus bukan hanya Yang Pertama, tetapi juga Yang Awal; dan bukan hanya Yang Terkemudian, tetapi juga Yang Akhir. Yang Pertama menunjukkan, sebelum Dia tidak ada siapa-siapa dan Yang Terkemudian menunjukkan, sesudah Dia tidak ada siapa-siapa. Sedangkan Yang Awal menunjukkan, Dia adalah asal usul segala sesuatu, dan Yang Akhir menunjukkan, Dia adalah kesimpulan segala sesuatu.

Karena Tuhan adalah segala sesuatu kita dan karena Dia begitu kuat, kita tidak dapat beralasan dan mengatakan, “Oh, aku sangat lemah. Situasi keluargaku sulit dan lingkunganku juga tidak menguntungkan.” Semakin sulit lingkungan kita, semakin limpah Tuhan terhadap kita. Semakin banyak pencobaan yang menimpa kita, semakin kuat Tuhan terhadap kita. Kita harus memakai iman kita untuk percaya kepada Sang almuhit ini. Dia adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. Bagi Dia tidak ada masalah. Sebab itu, kita harus secara mendalam masuk ke dalam Dia, percaya kepada-Nya, dan memiliki perhentian di dalam-Nya.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas apa adanya diri-Mu, sebagai Alfa pun Omega. Kami mau memakai iman kami untuk percaya kepada-Mu dan secara mendalam masuk ke dalam-Mu, serta memiliki perhentian di dalam-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Menghapus segala air mata

Menghapus segala air mata

Jadwal pembacaan Alkitab : Zakharia 11-14 dan Wahyu 21:1-27.

 

Wahyu 21:4, “Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

 

Air mata adalah tanda ketidakpuasan. Air hayat akan disuplaikan, dan air mata akan dihapus. Di sana tidak akan ada air mata, kelaparan, atau dahaga; yang ada hanyalah kenikmatan. Setiap manusia mengalami menetesnya air mata, tetapi dalam langit dan bumi yang baru, mereka akan menerima berkat ini — Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka. Kematian sepenuhnya merupakan akibat dari kejatuhan. Tetapi dalam langit dan bumi yang baru, tidak akan ada kematian lagi. Musuh yang terakhir ini akan dimusnahkan. Perkabungan atau dukacita adalah kepedihan hati kita, rasa menderita di dalam batin, tetapi tangisan adalah ekspresi luarnya. Luka adalah penderitaan pada tubuh fisik kita. Tetapi Allah akan mengakhiri semua itu. Semua itu diringkas dalam kata-kata berikut: air mata, kematian, perkabungan, ratap tangis, dan dukacita. Semua tidak akan ada lagi; semuanya akan berlalu.

Kita menyukai Yerusalem Baru, bukan karena jalannya yang terbuat dari emas, atau pintu gerbang mutiaranya, melainkan karena penyertaan Tuhan. Tidak akan ada air mata di sana. Tuhan sudah menanggung segala derita kita, supaya kita tidak lagi menanggung derita. Syukur kepada Tuhan, sebab di sana tidak ada lagi kesedihan dan tidak ada lagi dosa. Jika ada dosa, maka ada kesukaran, penderitaan, dan air mata. Karena di sana tidak ada dosa, maka selama-lamanya tidak ada lagi air mata. Syukur kepada Allah, hari-hari yang penuh dukacita dan hal-hal yang mendukakan tidak akan berlangsung terus. Yerusalem Baru akan segera datang, dan dunia yang penuh air mata ini akan segera berlalu. Ketika kita sudah di sana, segala penderitaan akan lenyap; sebab bila dosa disingkirkan, penderitaan akan tersingkir juga.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas pengharapan akan Yerusalem Baru di mana segala penderitaan akan lenyap, dosa dan penderitaan pun akan tersingkir, sehingga tidak ada lagi air mata. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Perlu menyelamatkan jiwa

Perlu menyelamatkan jiwa

Jadwal pembacaan Alkitab : Zakharia 6: 9 – 10 dan Wahyu 20:1-15.

 

Wahyu 20:15,   Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

 

Menyelamatkan jiwa orang wajib seperti ”merampas mereka dari api” (Yud. 23), dan ibarat menarik puntung dari api (Za. 3:2); jangan terlambat, melainkan harus cepat-cepat. Begitu kendur sedikit, kandaslah jiwa-jiwa itu. Betapa seriusnya hal ini. Kita harus  tiap hari berdoa di hadapan Tuhan, bila ada kesempatan, pergilah bersaksi.

Carrey, seorang penginjil, pernah bercerita, ”Pada suatu hari, pagi-pagi, saya merasa harus keluar mengunjungi seorang wanita yang pernah mendengar khotbah saya. Tetapi karena belum berkenalan dengannya, saya lalu berkata kepada diri sendiri, nanti saja, beberapa hari lagi. Tengah harinya ada dorongan lagi yang menyuruh saya mengunjunginya untuk berbincang-bincang dengannya tentang firman Tuhan. Ketika itu saya sedang bersantap siang. Saya kira tidak terlambat kalau nanti sore pergi melihatnya. Sampai sore hari, karena ada tamu datang, hal itu pun terlupakan. Setelah makan malam saya istirahat, lalu tidur. Keesokan harinya saya terkejut mendengar kabar bahwa wanita itu mati bunuh diri tadi malam. Oh, alangkah menyesalnya saya saat itu, dan kasus itu tidak terlupakan seumur hidup saya.”

Paulus adalah orang yang bergairah merebut jiwa orang. Ia berkata, “. . . supaya aku sedapat mungkin memenangkan (menyelamatkan) beberapa orang dari antara mereka” (I Kor. 9:22). “. . . keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka (orang Israel) diselamatkan” (Rm. 10:1). Sekujur dirinya penuh dengan kuman Injil, dalam pandangan orang, ia seperti penyakit sampar (Kis. 24:5).

D.L. Moody juga memiliki antusias yang penuh dalam menolong jiwa-jiwa yang terhilang. Kecuali menginjil di atas mimbar, ia setiap hari paling sedikit memberitakan Injil kepada satu orang; ini ia praktikkan seumur hidup, tanpa terputus atau kendor.

 

Doa: “Ya Bapa, penuhilah hati kami dengan “kuman” Injil, sehingga kami dengan antusias bisa meneladani Paulus, menjadi orang yang dengan tekun memberitakan Injil sampai seumur hidup kami. Ampunilah kami yang karena kekendoran kami, banyak jiwa terhilang dan tidak dapat diselamatkan. Rahmatilah diri kami bisa memiliki permulaan yang baru dalam memberitakan Injil dan membawa orang-orang berdosa datang kepada Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Mengenakan kain lenan halus

Jadwal pembacaan Alkitab : Zakharia 1: 1 – 6:8 dan Wahyu 19:1-21.

 

Wahyu 19:8, Kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

 

 Tuhan berjanji kepada para pemenang bahwa mereka akan “mengenakan pakaian putih”. Mengenakan pakaian putih dalam janji ini adalah pahala yang diberikan kepada para pemenang dalam Kerajaan Seribu Tahun. Perilaku mereka dalam zaman ini akan menjadi pahala bagi mereka dalam zaman yang akan datang.

Setiap orang beriman memerlukan dua pakaian: yang pertama adalah pakaian pembenaran untuk keselamatan kita yang melambangkan Kristus sebagai kebenaran obyektif kita. Dalam Lukas 15, ketika anak yang hilang itu kembali ke rumah, bapanya mengambil sehelai jubah yang terindah yang disediakan baginya. Perkara pertama yang dilakukan ayah itu ialah mengenakan jubah terindah itu kepadanya. Dengan mengenakan jubah itu, anak yang hilang itu dibenarkan di hadapan bapanya. Tadinya, ia telah menjadi seorang pengemis yang kasihan, tidak lagi layak hidup bersama bapanya. Tetapi saat ia mengenakan jubah itu, ia dibenarkan dan diperkenan. Ini berarti ia dibenarkan dalam Kristus dan Kristus menjadi jubah kebenarannya. Jadi, pakaian pembenaran adalah untuk keselamatan.

Namun, di samping ini, kita memerlukan pakaian lain yang membuat kita diperkenan Tuhan. “Kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih” dalam Wahyu 19:8 menunjukkan jubah yang kedua. Menurut perlambangan, permaisuri dalam Mazmur 45 mempunyai dua macam pakaian, satu untuk keselamatan dan yang lain untuk dikenakan bersama-sama raja dalam pemerintahan-Nya. Setelah beroleh selamat, kita masih harus memperhidupkan Kristus sebagai pakaian kita yang kedua; kita harus mengejar untuk menjadi matang. Jika kita berbuat demikian, maka kita akan menerima pahala.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih kami boleh memiliki Kristus sebagai “pakaian” keselamatan kami. Kami kini mau mengejar untuk menjadi matang, sehingga kelak kami dapat menerima pahala, dapat mengenakan Kristus sebagai “kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih.” Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Allah membenci campur aduk

Jadwal pembacaan Alkitab : Zefanya 1:1 – Hagai 2:24 dan Wahyu 18:1-24.

 

Wahyu 18:4,Lalu aku mendengar suara lain dari surga berkata, “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari hadapannya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.

 

Firman Allah adalah agar anak-anak-Nya tidak terlibat dalam perkara apa pun yang mengandung karakter Babel. Allah mengatakan bahwa kita harus keluar dari setiap situasi di mana kekuatan manusia dicampur-adukkan dengan kekuatan Allah, kemampuan manusia dicampur-adukkan dengan pekerjaan Allah, dan pendapat manusia dicampur-adukkan dengan firman Allah. Kita tidak dapat mengambil bagian dalam apa pun yang mengandung karakter Babel. Kita harus keluar darinya. Anak-anak Allah harus belajar dari dalam hati mereka untuk memisahkan diri mereka dari Babel dan menghakimi semua tindakan Babel. Jika mereka melakukannya, mereka tidak akan dihukum bersama Babel.

Allah membenci prinsip Babel ini lebih daripada apa pun. Semua orang yang sehati dengan Allah harus mengatakan, “Haleluya!” Karena Allah telah menghakimi Babel. Kita harus memperhatikan di hadapan Allah, berapa banyak dalam diri kita yang tidak mutlak. Apa saja yang setengah-setengah, tidak bersungguh-sungguh, adalah Babel. Kita mohon Allah menerangi kita, supaya dalam terang-Nya kita dapat menghakimi segala sesuatu dalam diri kita yang tidak mutlak. Hanya jika kita menghakimi diri kita sendiri sedemikian rupa, kita dapat mengakui bahwa kita juga membenci prinsip Babel. Mohon Tuhan memberikan kasih karunia-Nya, tidak membiarkan kita mencari kemuliaan dan kehormatan di luar Kristus. Apa yang diinginkan Allah agar kita dambakan dan cari adalah menjadi orang yang mutlak, bukan orang yang hidup dalam prinsip Babel.

Doa: “Ya Bapa, ampunilah diri kami yang seringkali masih tidak mutlak terhadap Allah. Kami mau membenci prinsip Babel sama seperti Allah kami yang membenci campur aduk. Janganlah biarkan kami mencari kemuliaan dan kehormatan di luar Kristus, supaya kami juga tidak dihukum bersama-sama dengan Babel. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Harus menang tiap hari

Jadwal pembacaan Alkitab : Habakuk 1:1 – 3:19 dan Wahyu 17:1-18.

 

Wahyu 17:14b,   Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Dialah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka yang bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.

 

Perang di sini sama seperti yang dikatakan dalam Wahyu 19:11-21, juga adalah perang besar Harmagedon (16:14, 16). Orang-orang yang bersama Anak Domba itu adalah orang-orang yang telah dipanggil, dipilih dan yang setia. Perhatikan, di sini “dipilih” disinggung setelah “terpanggil”. Terpanggil ialah beroleh selamat, sedangkan dipilih adalah diperkenan oleh Tuhan berdasarkan kehidupan yang menang. Dipanggil adalah untuk menerima keselamatan (Rm.1:7; I Kor. 1:2; Ef. 4:1), sedangkan dipilih ialah menerima pahala. Semua kaum imani telah terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih sebagai pemenang. Para pemenang, kaum yang terpilih, akan menerima pahala dan bersyarat untuk berperan serta dalam perjamuan kawin Anak Domba.

Hari ini yang terpanggil banyak, tetapi kelak yang dipilih hanya sedikit (Mat. 22:14). Kita semua telah dipanggil. Namun untuk termasuk di antara orang-orang yang dipilih di waktu mendatang itu, kita harus menempuh kehidupan yang menang pada hari ini untuk mengatasi dosa, mengatasi dunia, mengatasi diri kita sendiri, mengatasi daging kita, mengatasi ketidaktaatan kita kepada orang-tua kita, dan bahkan mengatasi pertengkaran kita dengan saudara-saudara kita. Teruslah hidup di dalam roh. Kita juga harus tinggal di dalam persekutuan dengan Tuhan setiap hari dan setiap jam. Bahkan para malaikat harus dapat bersaksi bahwa kita berada di dalam persekutuan dengan Tuhan. Jangan jauh dari Dia, harus hadir di dalam persekutuan-Nya. Tidak boleh ada kekosongan dalam persekutuan kita dengan Tuhan. Setiap hari bahkan setiap jam kita perlu menjadi orang-orang yang demikian.

Doa: “Ya Bapa, rahmatilah kami agar dapat menempuh kehidupan yang menang untuk mengatasi dosa, dunia, diri sendiri, daging kami. Bawalah kami menang mengatasi ketidaktaatan kami kepada orang-tua kami, dan bahkan mengatasi pertengkaran kami dengan saudara-saudara kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Aku datang seperti pencuri

Jadwal pembacaan Alkitab : Nahum 1:1 – 3 dan Wahyu 15:1-16:21.

 

Wahyu 16:15,Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.

 

Kita perlu berjaga-jaga dan siap sedia untuk diambil, dengan “dicuri” oleh penampakan Tuhan secara rahasia seperti “pencuri”, ke dalam kehadiran-Nya (parousia) di langit (Mat. 24:40-44). Seorang pencuri datang untuk mencuri barang-barang yang berharga pada waktu yang tidak diketahui. Tuhan akan datang secara rahasia seperti seorang pencuri untuk mencuri Anda jika Anda begitu berharga.

Kita perlu memperhatikan diri kita sendiri, supaya hati kita jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas diri kita seperti suatu jerat; sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Selain itu, kita perlu berjaga-jaga setiap saat, memohon agar kita dapat luput dari semua yang akan terjadi itu dalam kesusahan besar, dalam tiga setengah tahun dari minggu terakhir zaman ini, dan supaya kita dapat tahan berdiri di hadapan Anak Manusia, Kristus (Luk. 21:34-36).

Kita perlu menjadi orang yang menjaga hati kita agar tidak dapat dipengaruhi oleh hawa nafsu, kemabukan, dan kekhawatiran. Hawa nafsu adalah pengumbaran dalam minum-minum dan pesta. Jika hati kita penuh dengan kekhawatiran, maka dalam hati kita tidak ada ruangan bagi Allah, bagi Kristus. Kita mungkin menghadiri suatu perhimpunan gereja, tetapi hati kita tidak di dalam perhimpunan karena hati kita diduduki oleh hal-hal duniawi. Kita perlu menjaga hati kita, karena kita tidak ingin hari kesusahan besar melanda kita secara tiba-tiba sebagai satu jerat. Hari itu akan seperti air bah yang secara tiba-tiba melanda orang-orang pada zaman Nuh. Kita perlu berjaga-jaga dan berdoa supaya kita dapat luput dari segala hal itu dan dapat berdiri di hadapan Anak Manusia.

 

Doa: “Ya Bapa, ampunilah diri kami yang acap kali masih diduduki oleh hal-hal duniawi dan kekhawatiran dunia. Rebutlah hati kami dari dunia dan semua hal yang bukan Allah. Mohon rahmat dan belas kasihan-Mu membawa kami terus berjaga-jaga dan berdoa supaya kami dapat luput dari kesusahan besar dan dapat berdiri di hadapan Anak Manusia. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Para pemenang

Jadwal pembacaan Alkitab : Mikha 5:2 – 7:20 dan Wahyu 14:1-20.

Wahyu 14:4c , Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.” 

 

Gereja bukan hanya kaki pelita yang bersinar dan anak laki-laki yang berperang, tetapi juga merupakan sebidang ladang yang mempertumbuhkan hasil bumi dan tuaian. Tuaian yang masih hijau belum dapat dituai. Tetapi ketika tuaian telah masak, tentu akan segera dituai. Sebagian dari tuaian yang telah masak duluan disebut buah sulung. Buah sulung akan diangkat ke Gunung Sion di surga sebelum kesusahan besar. Seperti yang ditunjukkan dalam 14:4, buah sulung itu adalah orang-orang yang “mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi”. Sebagai buah sulung, mereka akan diangkat ke rumah Allah di Sion sebagai satu kenikmatan dan kepuasan yang segar bagi Allah.

Menurut perlambangan dalam Perjanjian Lama, buah sulung dari tuaian yang paling baik tidak dibawa ke lumbung, melainkan ke Bait Allah (Kel. 23:19). Ini menunjukkan bahwa semua pemenang tahap awal akan dibawa masuk ke rumah Allah di surga untuk kenikmatan Allah. Kita bukan hanya harus menjadi kaki pelita hari ini, tetapi juga menjadi anak laki-laki hari ini untuk berperang melawan musuh Allah, juga buah sulung hari ini untuk memuaskan keinginan Allah.

Jika hari ini Anda tidak mau membuang dunia dan hidup bagi Kristus, Kristus akan meninggalkan Anda di bumi untuk menempuh kesusahan besar. Pada saat itu, Anda pasti membuang dunia dan menyadari bahwa cara hidup yang paling baik adalah hidup bagi Kristus. Mungkin Anda merasa dunia ini terlalu indah untuk dibuang. Jika demikian, Tuhan akan berkata, “Karena engkau sangat mengasihi dunia, Aku akan meninggalkan engkau dengan dunia ini agar engkau rasakan apakah dunia ini benar-benar indah.” Kemudian Tuhan akan mengguncangkan bumi ini, hingga akhirnya Anda berkata, “Tuhan, aku bertobat.” Akan tetapi, pertobatan itu mungkin telah terlambat.

 

Doa: “Ya Bapa, kami bertobat di hadapan-Mu, karena kami seringkali masih mengasihi dunia. Rahmati diri kami agar dapat membuang dunia dan hidup bagi Kristus, supaya saat Kristus datang kembali, kami boleh luput dari kesusahan besar. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Tanda – tanda dan mujizat

Jadwal pembacaan Alkitab : Mikha 1 – 5:1 dan Wahyu 13:1-18.

 

Wahyu 13:13 ,Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.”

 

Jangan sekali-kali menganggap semua tanda-tanda ajaib, penglihatan, dan mimpi itu pasti baik. Kita harus waspada. Banyak penglihatan dan mimpi tidak berasal dari Allah. Itu bukan hanya tidak patut kita terima, malah harus kita tolak mentah-mentah. Dengan demikian baru kita tidak akan tertipu. Ada orang yang karena syarafnya tidak normal, atau karena telah tertipu oleh roh jahat, bahkan terasuk oleh roh jahat, maka dalam pikirannya timbul khayalan-khayalan. Orang-orang yang demikian kebanyakan menjadi orang-orang yang sangat sombong dan sangat subyektif. Mereka selalu menganggap dirinya nabi atau rasul besar yang diutus Allah. Setiap orang yang tertipu oleh roh jahat adalah orang yang paling percaya diri, ia tidak mudah menerima nasihat orang lain, dan tidak mudah menerima perasaan anak-anak Allah lainnya.

Karena dalam melakukan tanda-tanda ajaib, penglihatan atau mimpi itu terkandung unsur-unsur yang supranatural, maka ia dapat menarik kaum saleh yang bodoh, hijau, dan yang senang akan perkara-perkara ganjil. Mereka menganggap dirinya nabi besar, rasul besar utusan Allah, sedangkan kaum saleh yang masih hijau juga mengira mereka benar-benar nabi besar dan rasul besar; bahkan banyak orang datang menanyakan sesuatu kepada mereka, sama seperti orang bertanya kepada Allah. Ini sama sekali tidak sesuai dengan Alkitab.

Alkitab menerangkan kepada kita bahwa dalam Perjanjian Baru hanya ada nabi gereja. Allah selamanya tidak pernah mengizinkan anak-anak-Nya menjadi nabi secara perorangan. Dalam Perjanjian Baru, Allah tidak mengizinkan siapa pun menjadi nabi bagi anak-anak-Nya secara perorangan, yang mewakili orang lain mengetahui kehendak Allah. Kiranya Tuhan memberi daya pembeda kepada kita terhadap perkara-perkara yang aneh-aneh, sehingga kita tidak tertipu.

 

Doa: “Ya Bapa, belas kasihanilah kami supaya kami memiliki daya pembeda, dapat membedakan manakah kehendak Allah dan yang bukan, sehingga kami tidak tertipu oleh nabi palsu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone