About admin

Mereka mengalahkan dia

Jadwal pembacaan Alkitab : Yunus 1 – 4:11 dan Wahyu 12:1-7.

 

Wahyu 12:11 , Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.”

 

Bagaimanakah cara kita mengalahkan Iblis, si pendakwa kita?  Pertama, oleh darah Anak Domba. Jika kita nahas, melakukan dosa, pada satu pihak kita harus mengaku dosa di hadapan Allah, pada pihak lainnya kita harus berkata kepada Iblis, ”Kau tak usah mendakwa aku! Hari ini aku adalah manusia yang datang ke hadapan Allah bersandarkan darah Tuhan!” Jika kita ingin mengalahkan dakwaan Iblis, kita harus memperlihatkan kepadanya bahwa kita telah beroleh pengampunan melalui darah Anak Domba. Semua dosa kita, baik yang besar maupun yang kecil telah beroleh pengampunan melalui darah Anak Domba. Ini adalah firman Allah, ”Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa” (1 Yoh. 1:7).

Kedua, oleh perkataan kesaksian mereka sendiri. Perkataan kesaksian di sini berarti memaklumkan fakta rohani dan kemenangan Tuhan. Kita harus berkata kepada Iblis, ”Jangan mengganggu aku! Dosaku telah mendapat pengampunan oleh darah Tuhan!” Kita mengumumkan dengan iman bahwa Yesus adalah Tuhan, dan dengan iman mengumumkan kemenangan Kristus. Kita wajib mengeluarkan suara kita untuk mengucapkan kesaksian-kesaksian ini kepada Iblis. Bukan saja percaya dalam hati, tetapi juga mengumumkannya kepada Iblis.

Ketiga, tidak mengasihi nyawa walau sampai ke dalam maut. Frase ”oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian” merupakan dua syarat untuk mengalahkan dakwaan Iblis, dan frase ”tidak mengasihi nyawa walau sampai ke dalam maut” adalah sikap kita. Kita wajib mengambil sikap: Tidak peduli bagaimanapun Iblis bekerja, dan sekalipun ia ingin mencelakakan aku sampai ke dalam maut, aku tetap bersandar kepada darah Anak Domba, dan tetap mengumumkan kemenangan Tuhan kepadanya! Bila kita selalu bersikap demikian, niscayalah dakwaan Iblis akan punah; Iblis tidak berdaya mengalahkan kita, sebaliknya kita pasti mengalahkannya!

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas darah Anak Domba yang membuat kami dapat menang dari tuduhan musuh. Kami mau demi iman mengucapkan perkataan kesaksian bahwa darah Tuhan telah membuat kami beroleh pengampunan atas dosa-dosa kami. Kami pun mau tetap mengumumkan kemenangan-Mu, sekalipun Iblis berniat mencelakai kami sampai ke dalam maut. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Pemerintahan atas dunia

Jadwal pembacaan Alkitab : Amos 5 – 9, Obaja 1:1-21 dan Wahyu 11:3-19.

 

Wahyu 11:15a, “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”

Ketika Tuhan menjadi Raja, pemerintahan atas dunia telah menjadi kerajaan Tuhan kita dan Kristus, dan itu adalah saat di mana seluruh kaum saleh, baik orang-orang kecil maupun orang-orang besar akan mendapatkan pahala. Hari itu mungkin tiba tidak lama lagi. Saat itu bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan di bumi ini akan menjadi Kerajaan Kristus. Daniel 2 menunjukkan, ketika Tuhan datang kembali, bangsa-bangsa di bumi diwakili oleh patung yang terbuat dari besi, tanah liat, tembaga, perak, dan emas. Setiap unsur itu mengacu kepada kerajaan-kerajaan di bumi (Dan. 2:31-33). Dengan tiba-tiba jatuhlah dari langit sebuah batu “tanpa perbuatan tangan manusia” yang meremukkan besi, tanah liat, tembaga, perak, dan emas itu. Lalu Daniel 2:35 mengatakan, “Batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.” Gunung besar itu adalah Kerajaan Allah.

Dunia yang akan datang ini bukanlah yang dikuasai oleh malaikat. Allah telah menetapkan manusia untuk menguasai bumi dalam zaman yang akan datang. Ketika Allah melakukan penciptaan, Allah menetapkan manusia untuk berkuasa bagi Allah atas bumi ini (Kej. 1:26). Dalam Perjanjian Baru, gereja adalah wilayah kekuasaan Allah. Gereja adalah tempat Allah berkuasa dan mengekspresikan kemuliaan-Nya. Itulah sebabnya hidup gereja hari ini adalah Kerajaan Allah dalam skala kecilnya (Rm. 14:17). Walaupun itu bukan wujud Kerajaan Allah yang sempurna, tetapi pada prinsipnya itulah miniatur Kerajaan Allah, yang segala sesuatunya dapat mengekspresikan Kerajaan Allah. Maka hidup gereja yang tepat adalah Kerajaan Allah yang di dalamnya kekuasaan Allah dapat dilaksanakan, dan kemuliaan-Nya dapat diekspresikan. Inilah tujuan Allah dalam menciptakan manusia.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas janji kedatangan-Mu. Kami menantikan hari di mana Engkau datang sebagai Raja, sehingga pemerintahan dunia menjadi kerajaan Tuhan dan Kristus. Biarlah Engkau terus menjaga kami dalam penghidupan kami terus mengejar Engkau sebagai pahala kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Manis dimulut pahit diperut

Jadwal pembacaan Alkitab : Amos 1 – 4 dan Wahyu10:1-11:2.

 

Wahyu 10:10, Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.”

Kita menerima wahyu ilahi dengan jalan memakannya, pada saat kita memakannya terasa manis, tetapi pada saat mencernanya, yaitu pada saat kita mengalaminya, menjadi pahit. Sewaktu kita membaca firman Tuhan, kita merasa semuanya manis, tetapi dalam pengalaman kita, semuanya terasa pahit. Namun, akhirnya, tidak ada lagi air mata yang mengalir dari mata kita, karena kita hanya menikmati air dari “mata air kehidupan” (7:17). Hari ini, kita mengenal adanya air mata. Tetapi pada akhirnya tidak akan ada lagi air mata. Sebaliknya, kita akan minum air dari sumber yang menakjubkan. Puji Tuhan! Karena akhirnya tidak ada lagi kepahitan, yang ada hanyalah kemanisan yang kekal.

Paulus sangat menyadari bahwa penderitaan membantu kita masuk ke dalam kemuliaan (2 Kor. 4:17). Semua penderitaan yang kita alami itu ringan. Penderitaan ringan yang sekarang ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang kekal dan melebihi segala-galanya itu! Maka janganlah sedih karena penderitaan. Sebaliknya katakanlah kepada Iblis, “Iblis, apa pun penderitaan yang kualami, aku tetap bersukacita! Ini bukan beban yang berat, melainkan yang ringan!” Saudara saudari, apakah Anda merasa tertekan oleh beban yang berat? Banyak saudari berkata, “Saudara, Anda tidak tahu betapa sulit dan berat keadaanku. Anda tidak tahu betapa beratnya beban yang menekan diriku.” Saudari, Anda keliru! Penderitaan Anda tidaklah berat, malah sebaliknya. Yang berat adalah kemuliaan. Semua penderitaan kita itu ringan. Penderitaan ringan yang sekarang ini akan mengerjakan bagi kita kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya.

 

Doa: “Ya Bapa, sembuhkanlah mata rohani kami yang seringkali tidak dapat melihat dengan jelas. Penderitaan yang kami alami hari ini bukanlah beban berat. Penderitaan kami ringan dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang kelak kami terima. Terima kasih atas pengharapan akan kemuliaan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Jalan terlepas dari kesusahan

Jadwal pembacaan Alkitab : Yoel 1 – 3 dan Wahyu9:1-21.

 

Wahyu 9:1, Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.”

Bintang di sini mengacu kepada Iblis (Satan), yang akan dicampakkan dari langit ke bumi. Iblis akan dibuang dari surga pada permulaan tiga setengah tahun terakhir. Ketika Iblis dilemparkan dari surga ke bumi, kunci jurang maut akan diberikan kepadanya sehingga ia bisa membuka jurang maut dan melepaskan belalang-belalang yang kerasukan setan untuk menyiksa manusia selama lima bulan.

Pada awal kesusahan besar, yaitu setelah paruh pertama dari tujuh tahun yang terakhir, Iblis akan dicampakkan dari surga ke bumi, dan secara serentak Antikristus, raja dari belalang-belalang jahat yang kerasukan setan, akan dilepaskan dari jurang maut dan naik menjumpai Iblis. Sekalipun mereka akan datang dari dua arah, yaitu Iblis dari atas dan Antikristus dari bawah, mereka mempunyai satu tujuan — menyiksa manusia yang diciptakan oleh Allah. Kedua oknum itu akan berkumpul dan akan bekerja sama untuk menyiksa umat manusia semampu mereka. Betapa berat penderitaan saat itu! Betapa hebat kesusahan besar itu! Namun, itu barulah celaka yang pertama, awal dari kesusahan besar. Dua celaka yang lain belum datang.

Di manakah Anda berada ketika kesusahan besar itu berlangsung? Janganlah berkata, “Selama aku berada di antara umat surgawi, semuanya akan baik-baik saja.” Sebagai umat surgawi Allah, kita tidak memiliki tanda atau meterai seperti yang terdapat pada sisa umat pilihan dari bangsa Israel. Umat surgawi tidak seharusnya ada di sana, karena Allah tidak berniat meninggalkan kita di bumi. Kehendak Allah adalah mengangkat kita ke surga. Namun, jika kita ingin diangkat ke surga, ada satu syarat yang harus dipenuhi — kita harus matang. Inilah satu-satunya jalan agar terhindar dari kesusahan besar!

 

Doa: “Ya Bapa, rahmatilah diri kami agar dapat cepat matang, supaya kami dapat luput dari kesusahan besar. Kami damba terangkat. Kami tidak mau tertinggal di bumi di dalam masa kesusahan besar, karena itu mohon belas kasihan-Mu membawa kami matang. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Doa orang – orang kudus

 Jadwal pembacaan Alkitab : Hosea 11 – 14 dan Wahyu 8:1-13.

 

Wahyu 8:4 , Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.”

Penghakiman Allah atas bumi merupakan jawaban atas doa-doa kaum saleh dengan Kristus sebagai ukupan (dupa). Ini menunjukkan bahwa ketika Allah ingin melaksanakan penghakiman-Nya atas bumi, Ia masih memerlukan kerja sama kaum saleh dengan doa-doa mereka. Allah membutuhkan kaum saleh-Nya berdoa agar Ia bisa melaksanakan penghakiman-Nya.

Pada akhir zaman ini, manusia akan secara besar-besaran memberontak melawan Allah dan mereka bahkan menyatakan kepada alam semesta bahwa mereka adalah Allah. Karena Allah masih bersabar terhadap keadaan ini, maka sebagian kaum saleh yang setia tidak tahan lagi melihat hal ini dan berdoa, “Ya Tuhan yang berdaulat, berapa lama lagikah Engkau membiarkan hal ini? Berapa lama lagi Engkau datang dan menyatakan diri-Mu serta menuntut balas atas diri kami? Berapa lama lagi seluruh bumi akan tahu bahwa Engkaulah Tuhan?”

Bila kita berdoa demikian, Malaikat yang diutus oleh Allah akan melayani Allah dengan doa-doa kita dan menambahkan diri-Nya ke dalamnya sebagai dupa (ukupan). Allah sudah tentu akan menjawab doa ini, yaitu dengan munculnya guruh dan berbagai suara, disertai halilintar dan gempa bumi. Namun ini barulah permulaan penghakiman Allah atas bumi yang memberontak. Hal ini akan terjadi ketika meterai ketujuh dibuka, ketika Kristus membawa doa-doa kita yang telah bercampur dengan dupa-Nya ke hadapan Allah, dan akan menjadi Utusan untuk melaksanakan penghakiman Allah atas bumi.  Jadi, agar kehendak Allah di surga terlaksana di bumi, orang-orang kudus perlu berdoa. Persembahan doa-doa kaum saleh kepada Allah akan mempercepat pelaksanaan penghakiman-Nya atas musuh-Nya.

 

Doa: “Ya Bapa, bawalah kami menjadi orang-orang yang bekerja sama dengan Allah, berdoa agar penghakiman-Mu atas musuh-Mu dapat terlaksana. Kami mempersembahkan diri kami untuk dapat tekun berdoa sampai Engkau melaksanakan penghakiman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Para martir

Jadwal pembacaan Alkitab : Hosea 8:1 – 11:11 dan Wahyu 7:1-17.

 

Wahyu 7:12, “Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”

 

Selama zaman pemberitaan Injil, banyak orang kudus menjadi martir karena firman Allah dan kesaksian Yesus. Stefanus, Petrus, dan hampir semua rasul lainnya telah menjadi martir. Rasul Yohanes dibuang, Paulus dipenjarakan dan akhirnya dijatuhi hukuman mati. Sepanjang abad, di mana saja Injil diberitakan, di sana ada martir. Ribuan orang yang setia kepada kesaksian Tuhan telah menjadi martir. Boleh dikatakan, Saudara Watchman Nee juga martir.

Kaum saleh itu menjadi martir bukan karena mereka menentang pemerintahan manusia, tetapi karena firman Allah dan kesaksian Yesus. Firman Allah adalah berita sukacita, Injil, yang mereka beritakan kepada orang banyak. Kesaksian Yesus adalah kehidupan yang mereka tempuh. Masyarakat manusia dengan kebudayaan manusia, seluruhnya berada di bawah pengaruh jahat si Iblis, seperti yang dikatakan dalam 1 Yohanes 5:19, “Seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” Pemberitaan firman Allah maupun hidup yang menampilkan kesaksian Yesus, keduanya bertentangan dengan jalan Iblis di dunia ini. Tentu saja Iblis membencinya. Karena itu, kapan saja dan di mana saja kaum saleh memberitakan firman Allah dan menampilkan kesaksian Yesus, Iblis menghasut orang banyak untuk menganiaya mereka, bahkan membunuh mereka. Ini adalah suatu peperangan, bukan antara manusia dengan kaum saleh, melainkan antara Iblis dengan Allah. Waktunya akan tiba, Allah akan menuntut balas bagi kaum saleh dengan melaksanakan penghakiman-Nya yang adil atas bumi yang berada di bawah pengaruh jahat Iblis.

 

Doa: “Ya Bapa, rahmatilah kami agar memiliki hati seorang martir, rela terus menderita aniaya karena memberitakan Injil, sampai waktunya tiba, Engkau akan melaksanakan penghakiman-Mu yang adil atas bumi. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Kuda putih

Jadwal pembacaan Alkitab : Hosea 4 – 7:16 dan Wahyu 6:1-17.

 

Wahyu 6:2 , Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.”

 

Keempat meterai yang pertama terdiri atas empat ekor kuda beserta penunggangnya, seperti pacuan empat ekor kuda. Keempat penunggangnya bukan manusia sebenarnya, melainkan perkara yang dipersonifikasikan. Berdasarkan fakta sejarah, penunggang kuda pertama (kuda putih) pastilah Injil.  Penunggang kuda kedua (kuda merah) adalah peperangan; penunggang kuda ketiga (kuda hitam) adalah kelaparan; penunggang kuda keempat kuda abu-abu — hijau kuning) adalah maut. Menyusul kenaikan Kristus, keempat hal ini — Injil, perang, kelaparan, dan maut — mulai berlari seperti keempat penunggang kuda yang menunggangi kudanya, dan mereka akan terus berlari sampai Kristus kembali. Dari abad pertama, Injil telah tersebar luas sepanjang dua puluh abad ini. Dalam waktu yang sama, perang di antara umat manusia terus-menerus terjadi. Perang selalu menyebabkan kelaparan, dan kelaparan mendatangkan maut. Semua ini akan berlangsung terus sampai akhir zaman ini.

Penunggang kuda putih adalah pemberitaan Injil. Putih melambangkan bersih, murni, adil, dan diperkenan. Kuda putih melambangkan pemberitaan Injil, yang bersih, murni, adil, dan diperkenan di pandangan Allah maupun manusia. Busur dengan anak panah adalah untuk berperang. Tetapi di sini hanya ada busur tanpa anak panah. Ini menunjukkan bahwa anak panahnya sudah dipanahkan untuk menghancurkan musuh, dan kemenangan sudah didapat, supaya Injil damai sejahtera bisa terbentuk. Di atas salib, anak panah telah dipanahkan dan menembus jantung musuh, peperangan telah berlangsung, dan kemenangan telah diraih.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih kami hari ini adalah orang yang telah mendengarkan Injil, sehingga kami dapat diselamatkan. Berilah kami beban Injil yang dalam untuk dengan setia terus mengabarkan Injil sampai Kristus datang. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Singa anak domba

Jadwal pembacaan Alkitab : Hosea 1:1-3:5 dan Wahyu 5:1-14.

 

Wahyu 5:5,6 , “… Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, … dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih

 

Wahyu dalam kitab ini terutama tersusun dari tanda-tanda, yaitu lambang-lambang yang mempunyai makna rohani, seperti ketujuh kaki pelita yang melambangkan gereja-gereja, ketujuh bintang yang melambangkan utusan (malaikat) gereja-gereja (1:20), dan sebagainya. Bahkan Yerusalem Baru pun adalah suatu tanda yang melambangkan perampungan terakhir pengaturan Allah (psl. 21-22). Karena itu, kitab ini adalah sebuah kitab tanda, yang membuat kita memahami wahyu. Kitab Wahyu adalah sebuah kitab tanda yang menampakkan bagaimana Kristus sekarang merawat gereja, bagaimana Ia datang untuk menghakimi dan memiliki bumi ini, serta membawa gereja, masuk ke dalam pengaturan Allah yang penuh.

Karena kitab Wahyu adalah kitab yang berisi tanda-tanda, maka Singa di sini bukan benar-benar singa — ia adalah lambang Kristus sebagai Raja yang menang. Anak Domba bukan benar-benar anak domba — ia adalah lambang Kristus sebagai Penebus. Demikian pula Yerusalem Baru merupakan satu tanda; ia melambangkan sesuatu yang rohani. Mengapa Kristus adalah Singa pun Anak Domba? Karena kita memiliki dua masalah utama — dosa dan Iblis. Kebanyakan orang Kristen hanya memperhatikan masalah dosa dan melupakan masalah Iblis. Jangan mengira suami Anda adalah seorang yang keras kepala. Jangan salahkan dia, salahkanlah si Iblis yang bersembunyi di belakangnya. Demikian pula, semua istri baik. Hal-hal jahat yang keluar dari para istri itu sebenarnya bukan berasal dari diri mereka, melainkan dari Iblis yang berada di belakang mereka. Anak Domba menanggulangi dosa dan membereskan masalah dosa, sedang Singa menanggulangi Iblis. Sebagai Anak Domba, Kristus telah menggenapkan penebusan, membasuh kita dari segala dosa kita. Sebagai Singa, Ia telah menanggulangi Iblis. Ia bisa memenuhi semua keperluan kita dan membereskan semua masalah kita. Sekarang dosa telah lewat, Iblis telah dibereskan, kita telah ditebus dan diselamatkan dari tangan perampasan musuh.

 

Doa: “Ya Bapa, kami memuji Dikau atas Kristus, Sang Singa-Anak Domba itu. Terima kasih masalah dosa telah lewat dan Iblis pun telah dibereskan, karena kami memiliki Engkau sebagai Raja yang menang, pun sebagai Penebus kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Ada sebuah takhta di sorga

Jadwal pembacaan Alkitab : Daniel 11:1-12:13 dan Wahyu 4:1-11.

Wahyu 4:9 , “Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.”

 

Tahukah Anda bahwa di takhta ada sebuah takhta? Takhta menandakan adanya pemerintahan, kekuasaan, dan pengaturan. Di alam semesta ini, ada satu takhta yang mengatur segala sesuatu, termasuk mengatur hidup kita – takhta di sorga! Mungkin hari ini banyak orang tidak menyadarinya, tetapi Rasul Yohanes, ketika ia diliputi oleh Roh, ia melihat ada sebuah takhta berdiri di sorga. Sudahkah Anda nampak takhta ini?

Tuhan berdaulat atas segala situasi dunia. Dalam Kisah Para Rasul 17:26 Paulus menunjukkan bahwa Allah telah menentukan musim-musim dan batas-batas kediaman dari semua bangsa. Di sini kita melihat wewenang kedaulatan Allah. Allah itu berdaulat atas seluruh bumi. Dia juga menetapkan waktu-waktu dan tempat-tempat dari bangsa-bangsa itu. Kelihatannya Kolumbus yang membuka jalan dari Eropa ke Amerika; sebenarnya Allahlah yang membuka jalan itu, karena Dialah yang menetapkan musim-musim untuk penemuan tanah baru itu. Selain itu, Dialah yang menggarisi batas-batas dari semua bangsa.

Segala sesuatu kita berada di dalam tangan kedaulatan Tuhan, pengaturan-Nya tidak ada yang salah. Mungkin Anda akan mengira, hari ini Anda bisa demikian, semuanya karena usaha Anda, karena pergumulan Anda. Tetapi kalau tidak ada kedaulatan Tuhan, tidak peduli bagaimana usaha Anda, bagaimana pergumulan Anda, tidak akan ada hasil seperti hari ini. Kesemuanya ini berada dalam kedaulatan-Nya. Sebab itu kita harus mengosongkan segala sesuatu, dan berkata kepada Tuhan, “Ya Tuhan, penuhilah aku, dapatkanlah aku, dudukilah aku. Tuhan, aku mau menikmati Engkau, tidak peduli bagaimana keadaan lingkunganku. Tubuh sehat aku memuji Tuhan; tubuh tidak sehat, aku juga memuji Tuhan. Mempunyai anak, aku bersyukur kepada Tuhan, tidak mempunyai anak, aku juga bersyukur kepada Tuhan.” Dengan demikian, baik miskin, kaya, aman, atau bahaya, kita bersyukur.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas kedaulatan-Mu yang mengatur kehidupan dan lingkungan kami. Untuk setiap pengaturan-Mu atas lingkungan dan situasi kami, kami mau belajar senantiasa bersyukur. Tak peduli apakah keadaan kami miskin atau kaya, sehat atau sakit, semua-Nya adalah seturut kedaulatan-Mu, untuk itu, kami hanya dapat menyembah-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Dikatakan hidup padahal mati

 Jadwal pembacaan Alkitab : Daniel 9:1-10:21 dan Wahyu 3:1-22.

 

Wahyu 3:1b,“… Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!”

 

Tuhan berkata, bahwa orang-orang yang di Sardis dikatakan hidup, tetapi sebenarnya tidak hidup; mereka mati dan sekarat (Why. 3:1-2). Itulah keadaan dalam kekristenan yang merosot hari ini.  Beberapa tahun yang lalu, beberapa pemuka agama Kristen di Amerika Serikat membahas suatu rencana untuk menginjili seluruh dunia. Namun, mereka sampai pada satu kesimpulan, bahwa mereka tidak memiliki sumber daya manusia, yakni orang-orang yang melaksanakan hal itu.

Menurut statistik baru-baru ini, saat ini ada kurang lebih 65 juta orang Kristen di Amerika Serikat, yang melebihi seperempat dari jumlah penduduk Amerika Serikat. Walaupun gereja-gereja Kristen memiliki 65 juta orang Kristen, mereka mengatakan, bahwa mereka tidak memiliki sumber daya manusia yang cukup. Itu disebabkan dalam kekristenan hari ini tidak ada kesempatan untuk mengembangkan karunia hidup kaum saleh, tetapi yang ada adalah kematian yang melenyapkan, membunuh anggota-anggota Tubuh Kristus yang berfungsi.

Kita benar-benar tidak ingin berada dalam keadaan gereja di Sardis. Kita ingin menjadi hidup dan aktif dalam pemberitaan Injil, dalam merawat orang-orang baru, dalam menyempurnakan kaum saleh dan dalam bernubuat untuk membangun Tubuh Kristus. Kita memerlukan orang-orang baru dalam hidup gereja. Kita perlu merawat orang-orang yang baru itu sampai mereka menjadi buah yang tetap tinggal dalam hidup gereja. Kemudian kita perlu berbicara dalam kebaktian-kebaktian, untuk membentangkan pola teladan bagi orang-orang yang lebih muda. Gereja harus seperti itu. Lalu dari satu generasi ke generasi berikutnya, semua orang muda akan bertumbuh dan disempurnakan untuk melakukan pekerjaan rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajar (Ef. 4:11-12). Itu akan membuat gereja menjadi sangat hidup, aktif, berfungsi, dan bekerja menurut keinginan Tuhan.

 

Doa: “Ya Bapa, ampunilah diri kami yang seringkali tidak menunaikan fungsi kami sebagai anggota Tubuh Kristus. Rahmati diri kami agar kami dapat belajar membicarakan Kristus kepada orang-orang yang kami jumpai dan dapat menunaikan fungsi kami berbicara bagi Allah. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone