Batu bagi bangunan Allah

Batu bagi bangunan Allah

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Raja – raja  15:13 –  17: 41 dan kisah para rasul l 4:1 – 12

Kisah para rasul 4:11 , “Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri –, namun ia telah menjadi batu penjuru.”

 

Tuhan Yesus juga mengutip ayat ini dalam Matius 21:42, di mana Dia menunjukkan bahwa Dia adalah batu bagi pembangunan Allah (Yes. 28:16; Za. 3:9; 1 Ptr. 2:4), dan “tukang-tukang bangunan” adalah para pemimpin Yahudi yang seharusnya bekerja bagi pembangunan Allah. Perkataan Petrus menyingkapkan penolakan pemimpin-pemimpin Yahudi terhadap Yesus dan penghormatan Allah terhadap-Nya bagi pembangunan tempat kediaman Allah di tengah-tengah umat-Nya di bumi. Oleh perkataan ini Petrus belajar mengenal Tuhan sebagai batu berharga yang dihormati Allah, seperti ketika Petrus menjelaskan tentang Tuhan dalam suratnya yang pertama (1 Ptr. 2:4-7).

Petrus mengutip perkataan ini, menunjukkan bahwa dia memberitakan Kristus bukan hanya sebagai Juruselamat bagi keselamatan orang dosa, tetapi juga sebagai batu bagi pembangunan Allah. Kristus yang sedemikian ini adalah satu-satunya keselamatan bagi orang dosa, dan di dalam nama-Nya yang unik di bawah kolong langit ini, yaitu nama yang diremehkan dan ditolak pemimpin-pemimpin Yahudi tetapi dihormati dan ditinggikan Allah (Flp. 2:9-10), orang dosa pasti diselamatkan (Kis. 4:12), bukan hanya terlepas dari dosa (Mat. 1:21), tetapi juga diselamatkan untuk berbagian dalam pembangunan Allah (1 Ptr. 2:5).

Batu penjuru itu menghubungkan sudut dinding sebuah rumah. Petrus tidak saja memberitakan Kristus sebagai Juruselamat, lebih-lebih memberitakan Kristus sebagai batu bangunan, batu penjuru yang menghubungkan semua dinding. Sebab itu, dalam 1 Petrus ia menulis, “Datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani” (1 Ptr. 2:4-5a).

 

Doa: “Ya Bapa,selamatkan kami. Buatlah diri kami dapat dipergunakan sebagai batu-batu hidup bagi pembangunan rumah rohani.Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply