Posted in Articles
Berdoa sehingga Penuh Sukacita

Berdoa sehingga Penuh Sukacita

Berdoa dalam Nama Tuhan Yesus Kristus adalah jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus sendiri kepada murid-muridNya untuk menerima sukacita yang berlimpah-limpah.

Di dalam Yohanes 16:24 Tuhan mengatakan hal ini dengan sederhana dan indah,

“Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”

Siapakah orangnya yang tidak berharap supaya sukacitanya disempurnakan? Dan jalan supaya hal itu dapat terlaksana ialah dengan berdoa dalam Nama Tuhan Yesus. Kita mengenal orang-orang yang sukacitanya disempurnakan: sesungguhnya kesukaannya berlimpah-limpah, bersinar di dalam matanya; ke luar dari dalam mulutnya dan ternyata dalam hal mereka memberi salam kepada kita. Berhubungan dengan mereka adalah seperti berhubungan dengan mesin listrik yang bermuatan dengan sukacita besar. Maka ternyatalah bahwa orang yang semacam itu adalah orang yang menggunakan banyak waktu untuk berdoa.

Mengapa berdoa dalam Nama Tuhan Yesus membawa kesukaan yang berlimpah-limpah? Pertama, karena kita telah menerima apa yang kita minta. Tetapi hal ini bukan satu-satunya sebab, atau sebab yang terbesar. Hal ini menjadikan Allah sungguh-sungguh nyata di dalam kehidupan kita. Jika kita minta barang sesuatu yang tentu kepada Tuhan, dan Dia memberikannya, alangkah sungguh nyata benar Allah kepada kita! Ia sungguh-sungguh Allah yang hidup! Alangkah besarnya berkat kita untuk memiliki satu Allah yang sungguh-sungguh hidup dan bukannya hanya angan-angan kosong belaka. Saya teringat bagaimana pada sekali peristiwa saya menjadi sakit keras dengan tiba-tiba dan saya ada sendirian di dalam bilik saya. Saya segera berseru minta pertolongan Allah. Segera segala kesakitan lenyap, dan saya merasa sembuh sama sekali. Seakan-akan Allah sendiri berdiri di sana, dan Ia telah mengulurkan tanganNya dan meraba kepadaku. Sukacita kesembuhan itu tidak begitu besar seperti sukacita bertemu dengan Allah.

Tak ada sukacita di bumi atau di surga yang melebihi sukacita bersekutu dengan Allah, dan berdoa dalam Nama Tuhan Yesus itulah membawa kita dalam bersekutu dengan Dia. Penulis Mazmur tentu tidak hanya berkata tentang berkat di kemudian hari, tetapi juga berkat sekarang, ketika ia berkata, “di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada hikmat senantiasa” (Mazmur 16:11). Alangkah besarnya kesukaan yang tak terkatakan pada waktu kita telah sungguh-sungguh memaksakan diri sampai kepada hadirat Allah di dalam doa-doa kita!

Adakah orang yang berkata: “Saya tak pernah mengenal kesukaan seperti itu di dalam doaku?” Adakah engkau telah mengambil cukup waktu untuk berdoa dengan memaksakan dirimu sungguh-sungguh sampai ke hadirat Allah? Apakah engkau telah sungguh-sungguh menyerahkan dirimu kepada doa di dalam waktu yang kau luangkan itu?

Disadur dari: RA Torrey, Bagaimana kita Patut Berdoa (Surabaya: Penerbit Yakin), pp. 12-14.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply