Berdoa Semalam-malaman

Berdoa Semalam-malaman

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan pasal 31:14 – pasal 32:47 dan Lukas pasal 6:12-49

Lukas 6:12-13 “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul”

Tuhan sendiri “pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” Keesokan harinya, Ia menetapkan kedua belas rasul untuk mengunjungi dan merawat orang-orang yang diganggu oleh roh-roh jahat dan menyembuhkan mereka (Luk. 6:12-18). Lukas mewahyukan bahwa pengutusan Tuhan adalah menurut jawaban Bapa atas doa-Nya. Ia bertanya kepada Bapa, siapa di antara orang-orang yang mengikutinya yang bersyarat untuk menjadi rasul-rasul. Bahkan Yudas, si pengkhianat, ditetapkan oleh Bapa untuk melaksanakan kehendak-Nya. Tuhan pergi ke atas gunung yang mutlak terpisah dari masyarakat untuk berhubungan dengan Bapa-Nya dalam doa, dan Ia berdoa semalam-malaman. Keesokan harinya, Ia menetapkan kedua belas rasul, karena itu penunjukkan-Nya terhadap kedua belas rasul pasti menurut jawaban, keputusan dan perintah Bapa.

Di sini kita melihat ada satu prinsip rohani yang kita pelajari dari Tuhan: Jangan melakukan apa pun tanpa terlebih dahulu berdoa. Misalnya, jika kita melihat bahwa saudara tertentu sakit, apa yang harus kita lakukan? Kita mungkin tergesa-gesa untuk mengunjungi saudara tersebut dan melakukan banyak hal baginya. Di sini kita harus belajar dari Tuhan Yesus. Kita seharusnya terlebih dahulu membawa saudara itu ke hadapan Tuhan: “Tuhan, saudaraku sakit parah. Apa yang akan Engkau lakukan Tuhan? Apakah Engkau ingin aku pergi untuk merawat dia? Jika demikian, aku akan menerima beban untuk merawatnya.” Saudara saudara, entah dalam perkara besar maupun kecil, sebelum kita melakukannya, kita perlu berdoa terlebih dahulu. Inilah teladan yang kita peroleh dari Tuhan ketika Ia hendak memilih keduabelas rasul-Nya.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Ajar kami, Tuhan Yesus untuk mengutamakan doa. Mohon Engkau memulihkan waktu-waktu doa pribadi kami, sehingga kami bisa membawa segala perkara ke hadapan-Mu dan memohon pimpinan-Mu.Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply