Posted in Articles
Penyerahan Mutlak

Penyerahan Mutlak

“Seperti bicaramu itulah, ya tuanku raja. Aku ini dengan segala yang ada padaku adalah milikmu!”
Benhadad, raja Aram, mengumpulkan seluruh tentaranya, tiga puluh dua orang raja bersama-sama die beserta kuda dan kereta. Lalu ia maju, ia mengepung Samaria dan memeranginya. Kemudian ia mengirim utusan ke kota itu, kepada Ahab, raja Israel, dengan pesan: “Beginilah pesan Benhadad: Emasmu dan perakmu adalah milikku, dan juga isteri-isteri dan anak-anakmu yang cantik-cantik adalah milikku.” Raja Israel menjawab, katanya: “Seperti bicaramu itulah, ya tuanku raja. Aku ini dengan segala yang ada padaku adalah milikmu!” (1 Raj. 20:1-4)

Hal yang diminta Benhadad adalah penyerahan mutlak, dan hal yang Ahab berikan adalah hal yang ia minta—penyerahan mutlak. Saya ingin menggunakan perkataan ini, “Seperti bicaramu itulah, ya tuanku raja. Aku ini dengan segala yang ada padaku adalah milikmu!” sebagai kata-kata penyerahan mutlak yang seharusnya diucapkan setiap anak Allah kepada Bapanya. Kita telah mendengarnya sebelumnya, tetapi kita perlu mendengarnya sejelas mungkin—syarat untuk menerima berkat Allah adalah menyerahkan segala sesuatu secara mutlak ke dalam tangan-Nya. Puji Tuhan! Bila hati kita bersedia melakukannya, tidak ada batasan untuk hal yang akan Allah lakukan bagi kita, dan untuk berkat yang akan Dia berikan kepada kita.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone