Kerajaan Imam

Jadwal pembacaan Alkitab : Daniel 5:1-6:29 dan Wahyu 1:1-20.

Wahyu 1:6, “dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.”

Asalnya segenap kerajaan Israel adalah imam, tetapi kemudian hilang. Hari ini, gereja adalah satu kerajaan imam. Apa yang hilang dari bani Israel di depan patung lembu emas, hari ini diperoleh kembali sepenuhnya oleh gereja dari Tuhan Yesus. Hari ini seluruh gereja adalah imam. Kerajaan imam yang ditetapkan Allah telah terpulih sepenuhnya.

Apa yang tidak diperoleh Allah dari bani Israel, telah diperoleh-Nya di dalam gereja. Hari ini gereja adalah kerajaan imam. Seluruh gereja adalah imam. Apakah artinya ini? Ini berarti segenap orang yang beroleh anugerah hanya memiliki satu profesi, yaitu melayani Allah. Saudara saudari, ketahuilah, sebelum seseorang percaya Tuhan, jika ia seorang dokter, maka pekerjaannya ialah mengobati orang sakit; seorang jururawat, pekerjaannya ialah merawat; seorang guru, pekerjaannya ialah mengajar; seorang petani, pekerjaannya ialah bertani; seorang pedagang, pekerjaannya ialah berjual-beli. Tetapi ingatlah, begitu Anda menjadi orang Kristen, profesi Anda sama sekali telah berubah. Semua orang Kristen hanya memiliki satu macam profesi, yaitu melayani Allah.

Karena itu, setiap orang Kristen hanya memiliki satu profesi, yaitu melayani Allah. Orang yang tadinya sebagai dokter, sejak kini tidak seharusnya mengharap menjadi dokter yang ternama. Menjadi dokter hanya untuk mempertahankan penghidupan jasmani, profesi sesungguhnya adalah menjadi imam di hadapan Allah. Seorang yang tadinya menjadi dosen atau guru, tidak seharusnya mengharap menjadi dosen atau guru yang ternama, melainkan harus baik-baik menuntut menjadi imam Allah. Mengajar di sekolah hanyalah profesi sambilan; profesi utama adalah melayani Allah. Pada hakikatnya kita hanya memiliki satu profesi, yaitu melayani Allah.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Rahmatilah diri kami agar nampak bahwa profesi kami adalah melayani Allah. Jagalah penghidupan dan pekerjaan kami, supaya kami boleh terus melayani Allah. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Bangunlah dirimu

 Jadwal pembacaan Alkitab : Daniel 3:1-4:37 dan Yudas 1

 

Yudas 1:20,“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”

 

Iman di sini adalah kepercayaan yang obyektif yang ditujukan kepada segala perkara yang indah dari Perjanjian Baru yang kita percayai agar kita beroleh selamat di dalam Kristus. Berdasarkan iman yang suci ini dan di dalam suasana itu, melalui berdoa di dalam Roh Kudus, kita membangun diri kita sendiri. Kebenaran kepercayaan menurut pengertian kita dan Roh Kudus melalui doa-doa kita diperlukan untuk membangun diri kita.

Ketika kita mendengarkan firman yang mengandung kebenaran, Roh Kristus bekerja di dalam kita. Roh Kristus selalu bekerja menurut dan dengan Firman itu. Ini berarti Roh Kristus bekerja sama dengan Firman itu. Sebagai hasil kerja sama itu, dalam pengalaman kita akhirnya seolah berbunyi “klik”, seperti yang dihasilkan alat pengatur cahaya dari sebuah kamera, dan “pemandangan” yang terkandung di dalam Firman terekam di atas roh kita dan menjadi iman kita.

Iman bukan berasal dari diri kita sendiri. Iman yang paling suci merupakan berkat besar yang Allah berikan kepada kita, dari Allah dan bahkan bersama Allah. Ketika iman ini masuk ke dalam kita, ia masuk bersama Allah, dengan semua apa adanya Allah, dengan semua yang telah Allah tempuh, dengan semua yang telah Allah genapkan di dalam Kristus dan melalui Roh itu, dan dengan semua yang telah Allah capai dan peroleh. Asal kita memiliki iman ini, kita memiliki Allah yang telah diproses, penebusan, kelahiran ulang, hayat ilahi dan semua perkara yang bertalian dengan hayat dan ibadah. Kita juga mempunyai kedudukan dan hak istimewa untuk berbagian dalam sifat ilahi dan menikmatinya. Karena itu, asal kita memiliki iman ini, kita memiliki segala sesuatu. Kita perlu membangun diri kita di dalam iman yang suci ini.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas iman yang Engkau anugerahkan. Kami mempersembahkan diri kami agar dapat terbangun di dalam iman yang suci ini. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Hidup dalam kebenaran

Jadwal pembacaan Alkitab : Daniel 2 dan 3 Yoh 1

 

3 Yohanes 1:4,“Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.”

               

Tuhan menghendaki kita hidup dalam kebenaran. Ini menuntut kita mencari kebenaran dan bertekun hidup di dalamnya. Namun sayang, banyak anak-anak Allah tidak hidup dalam kebenaran, karena mereka tidak mencari kebenaran, tetapi mencari hal-hal di luar Allah. Paulus mengatakan, “asal ada makanan dan pakaian, cukuplah” (1 Tim. 6:8).

Anak-anak Allah harus memperhatikan, yaitu “asal ada makanan dan pakaian, cukuplah” (1 Tim. 6:8). Burung-burung di langit tidak menabur dan tidak menuai, Allah tetap memelihara mereka, inilah masalah makanan. Bunga bakung tanpa bekerja dan memintal, namun berpakaian lebih indah daripada pakaian yang dipakai oleh raja Salomo, inilah masalah pakaian. Segalanya berada di tangan Allah. Hari ini, asalkan Anda mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, semuanya itu akan ditambahkan kepada Anda.

Kita seharusnya menyukai istilah “ditambahkan” ini. Apa artinya “ditambahkan”? Misalnya ada satu soal: Berapakah tiga ditambah dengan nol? Tentu tetap tiga. Kita tentu tahu bahwa tidak ada gunanya menambah suatu angka dengan nol. Anda sama sekali tidak dapat menambahkan nol kepada apa pun, itu perbuatan sia-sia. Kalau tiga ditambah dengan nol itu berarti tidak perlu ditambah. Apakah yang dapat ditambahkan? Ada, misalnya tiga ditambah dengan satu. Kita wajib terlebih dulu mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita. Ini berarti orang yang telah memperoleh Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, akan Allah tambahkan pakaian dan makanan kepadanya

Semoga semua saudara saudari yang baru percaya ingat, Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya itulah yang harus kita cari. Orang yang telah beroleh Kerajaan Allah, orang yang hidup dalam kebenaran Allah, kepadanyalah benda-benda itu akan ditambahkan.

 

Doa: “Ya Bapa, kami mau mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Kami percaya ketika kami mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka benda-benda lain pun akan ditambahkan kepada kami. Terima kasih atas janji pemeliharaan-Mu dalam hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Jangan kehilangan upahmu

 Jadwal pembacaan Alkitab : Daniel 1:1 – 21 dan 2 Yohanes 1

 

2 Yohanes 1:8 ,Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.

Ketika Tuhan kembali, Ia akan mengumpulkan hamba-hamba-Nya di hadapan-Nya, dan menghendaki mereka mengadakan perhitungan atas kehidupan dan pekerjaan masing-masing. Meskipun kita selamanya beroleh selamat, kita tetap harus memberikan pertanggungjawaban atas kehidupan dan pekerjaan kita di depan takhta penghakiman Kristus. Tuhan akan memeriksa catatan kita, untuk kemudian menetapkan apakah kita berhak mendapat pahala atau menderita kerugian. Dalam 2 Timotius 4:8, Paulus berkata, “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya.” Ini bukan berarti setiap orang beriman akan menerima mahkota itu. Dapat tidaknya Anda menerima mahkota itu tergantung pada hasil penghakiman di hadapan takhta penghakiman Kristus nanti. Terakhir dikatakan Tuhan Yesus sendiri dalam Wahyu 22:12, “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.”

Apakah Anda telah menyiapkan diri Anda untuk kedatangan Tuhan? Kedatangan-Nya bukan terjadi pada masa kehidupan atau masa anugerah, melainkan masa keadilan. Banyak orang Kristen merasa ingin tahu tentang kedatangan Tuhan kali kedua, tetapi mereka tidak memahami bahwa kedatangan-Nya akan membawa upah. Upah ini bisa berupa pahala atau bisa juga berupa hukuman. Ia tidak datang dengan sepasang mata yang berbelaskasihan, melainkan dengan tujuh mata yang membakar, menyelidik, dan menghukum. Inilah firman kebenaran. Kita tidak perlu firman “kembang gula” atau “manisan”, kita perlu makanan keras – firman kebenaran. Dalam berita ini Tuhan telah memberikan firman yang serius kepada kita. Janganlah kita menjadi orang bodoh lagi. Kita harus menyeberangi sungai “agama” dan maju ke depan!

 

Doa: “Ya Bapa, ampunilah kami atas masa-masa kebodohan kami. Rahmatilah kami agar dapat maju ke depan. Biarlah menjelang kedatangan-Mu kali kedua, Engkau membawa kami makin mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Memiliki Anak memiliki hidup

 Jadwal pembacaan Alkitab : Yehezkiel 47:13 – 48:35 dan 1 Yohanes 5:4-21.

 

1 Yohanes 5:14 ,Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

 

Pada suatu hari, di hulu air terjun Niagara ada sebuah perahu yang terbalik. Dua orang timbul tenggelam dihanyutkan arus deras. Bahaya maut sedang menghadang dan mengancam dengan amat mengerikan! Orang-orang di tebing serta merta melemparkan tali ke arah mereka dengan maksud memberikan pertolongan. Bersamaan dengan ini sepotong kayu besar terapung mendekat. Orang yang satu memegang tali erat-erat, sedang yang satunya berpikir: “Lebih aman jika aku memeluk kayu yang besar ini.” Ia pun segera merangkul kayu besar itu dan melepaskan tali tadi.

Sejenak kemudian, orang yang berpegang pada tali sudah ditarik ke tepi dengan selamat. Sedang orang yang merangkul kayu besar masih terapung, dan . . . tahu-tahu telah tiba di ujung air terjun; kasihan, dalam sekejap mata curahan dan gemuruh air telah menghempaskannya terjun ke bawah bersama-sama kayu besar itu, dan habislah nyawanya!

Anda katakan bahwa tali itu kecil. Ya, namun ia terhubung dengan tebing, sehingga walaupun kecil, dapat diandalkan. Kayu tadi memang besar, tapi tidak terhubung dengan tebing, tak bisa disandari. Yesus seolah tali itu, kelihatannya “kecil”, dihina dan dibenci orang-orang dunia, tetapi Dia justru Anak Tunggal Allah, yang berasal dari Sorga, yang bersatu dengan Allah alam semesta. Ia sendiri mengatakan, “Aku ini turun dari Sorga”, “Karena Aku berasal dan datang dari Allah”. Dia itu tali yang ujungnya bertautan dengan Allah.  Siapa saja yang memegang erat “tali kecil” ini, niscaya ia memiliki hidup! Firman Tuhan berkata, Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.” (1 Yoh. 5:14).

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas Yesus, Anak Allah. Kami mengucap syukur karena melalui Tuhan Yesus, kami boleh memiliki hidup. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Allah lebih dulu mengasihi kita

Jadwal pembacaan Alkitab : Yehezkiel 46 – 47:12 dan 1 Yohanes 4:1-5:3.

1 Yohanes 4:10 , Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

 

Hujan lebat telah merusakkan sebuah jembatan kereta api di sebuah lereng gunung. Seorang udik yang tua kebetulan lewat tempat itu. Melihat jembatan besi yang telah ambruk, segera pikirannya membayangkan betapa peristiwa mengerikan akan terjadi nanti. Tiba-tiba terdengar olehnya gema suara dari arah kejauhan, seolah melaporkan bahwa serangkaian gerbong kereta api sedang mendekat. Serentak itu juga hatinya tergerak ingin menolong jiwa-jiwa yang tengah diangkut kereta api tersebut. Maka tanpa ragu ragu, dan tanpa tawar-menawar ia melukai pahanya sendiri dengan sebilah pisau, dilepaskannya kemejanya yang berwarna putih, dilumuri dengan darah yang merah segar, kemudian ia berdiri di lereng yang agak tinggi, ia berteriak sekuatnya, sambil mengibar-ngibarkan kemejanya yang telah berlumuran darah, dengan maksud agar masinis nampak warna merah dan mau menghentikan lajunya kereta api. Para penumpang kelas satu, dua dan tiga semua sedang bersantai. Mereka tidak tahu bahwa sebentar lagi mereka akan dihadapkan pada kematian dan luka-luka yang amat mengerikan!.

Tangan pak tua itu terus melambai, darah juga masih mengucur dari pahanya, suara teriakannya kian melemah. Ketika masinis dari kejauhan nampak warna merah, serta merta dengan segala dayanya menghentikan kereta api. Namun bersamaan itu pak tua sudah tergolek di dalam lumuran darah. Para penumpang bertanya-tanya mengapa kereta dihentikan di sini, tetapi setelah mereka turun dari kereta, barulah jelas bahwa jembatan besi di depan mereka telah runtuh, mereka merasa sangat berterima kasih kepada pak tua yang rela berdarah dan berkorban demi keselamatan mereka. Di atas makam pak tua itu kemudian dituliskan orang: “Dia mati ganti kita!”

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas penebusan yang dirampungkan oleh Putra-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus mati di atas kayu salib menggantikan diri kami untuk menanggung dosa-dosa kami. Terima kasih Engkau lebih dahulu mengasihi kami. Kami pun mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Mengasihi saudara

Jadwal pembacaan Alkitab : Yehezkiel 44 – 45 dan 1 Yohanes 3:11-24.

 

1 Yohanes 3:18 ,Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

 

Mengasihi Allah tidak dapat dipisahkan dengan saling mengasihi di antara saudara. Jika kita saling mengasihi, kasih-Nya akan sempurna di dalam kita. Dengan kata lain, hari ini Allah menaruh banyak saudara di hadapan kita, mereka adalah sasaran kita agar kita dapat mempraktekkan kasih kita kepada Allah. Kalau kita saling mengasihi, kasih Allah akan sempurna di dalam kita. Kita tidak bisa hanya mengatakan dengan mulut, bahwa kita mengasihi Allah, kita harus dengan riil belajar mengasihi saudara. Mengatakan dengan mulut saja tidak berguna, itu sia-sia. Mengasihi Allah, haruslah kita nyatakan melalui mengasihi saudara.

“Kebenaran” dalam ayat di atas menunjukkan ketulusan hati yang berlawanan dengan lidah, seperti perbuatan berlawanan dengan perkataan. Di dalam ayat ini Rasul Yohanes mengatakan kepada kita untuk mengasihi di dalam kebenaran, di dalam kejujuran. Jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi saudara kita, kita harus mengasihinya di dalam perbuatan dan di dalam kebenaran. Kalau tidak, kita mengasihi hanya di dalam perkataan atau di dalam lidah, tidak di dalam ketulusan hati. Kebenaran di sini juga menunjukkan realitas kasih, kemurnian, dan ketulusan hati. Semua kebajikan ini berasal dari atribut-atribut ilahi Allah yang kita perhidupkan dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai kebajikan insani kita.

Kita harus mengasihi saudara-saudara dalam cara ini. Tentu saja, kasih di dalam kebenaran semacam ini termasuk satu kasih yang menyediakan keperluan seseorang dengan hal-hal material bila perlu. Kalau seorang saudara kehilangan pekerjaan, kita harus berdoa untuknya, demikian juga kita perlu memperhatikan keperluan jasmaninya. Inilah kasih yang sejati.

 

Doa: “Ya Bapa, mohon belas kasihan-Mu membawa kami menjadi orang yang dapat mengasihi saudara di dalam kebenaran. Berilah kami hati yang mau memperhatikan keperluan saudara kami sebagai wujud kasih yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Anak – anak Allah

Jadwal pembacaan Alkitab : Yehezkiel 42 – 43:27 dan 1 Yohanes 3:1-10.

 

1 Yohanes 3:2 ,Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.”

Kita bukanlah anak-anak angkat Allah. Sebaliknya, kita adalah anak-anak yang dilahirkan dengan kehidupan Allah. Yohanes 1:12 mengatakan, “Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.” Orang-orang ini tidak dilahirkan dari darah, juga bukan karena keinginan daging, juga bukan karena keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Kalau Allah menentukan kita untuk mendapatkan hak keputraan, berarti Ia memperanakkan kita dan menyalurkan kehidupan-Nya ke dalam kita. Sebab itu, Allah bukan hanya telah menaruh sifat-Nya ke dalam kita untuk membuat kita kudus, tetapi juga telah memberikan kehidupan-Nya ke dalam kita untuk membuat kita menjadi anak-anak-Nya.

Jika kehidupan Bapa tidak masuk ke dalam kita, bagaimana mungkin kita dapat menjadi anak-anak-Nya? Ini tidak mungkin. Keputraan memerlukan kehidupan Bapa. Kita bukan anak-anak menantu Allah atau anak-anak angkat-Nya, kita adalah anak-anak dalam kehidupan dan sifat Allah. Kita telah dilahirkan oleh Allah; dan karena Allah telah dilahirkan ke dalam kita, sekarang kita memiliki Allah di dalam kita. Satu-satunya cara agar kita dapat menjadi anak-anak Allah adalah dengan penyaluran diri-Nya ke dalam kita.

Andaikata Anda adalah anak presiden Amerika Serikat tidakkah Anda mempunyai perasaan bangga yang istimewa? Tidakkah Anda merasa mulia dan ingin membanggakan fakta tersebut? Tetapi, kita memiliki jenis keputraan yang lebih agung. Kita adalah anak-anak Allah yang memiliki kehidupan dan sifat ilahi! Dahulu kita adalah orang-orang yang berdosa, tetapi sekarang kita adalah anak-anak Allah. Alangkah mulianya, kita adalah anak-anak ilahi Allah!

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih karena hari ini kami adalah anak-anak Allah. Tadinya kami adalah orang berdosa, namun kini kami boleh menjadi anak-anak-Mu, memiliki kehidupan dan sifat-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Pengajaran pengurapan

Jadwal pembacaan Alkitab : Yehezkiel 40 – 41 dan 1 Yohanes 2:18-29.

 

2 Yohanes 2:27 , Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Dia. Karena itu, kamu tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, bukan dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” 

Masalah mendapatkan pengurapan minyak mudah sekali menjadi suatu masalah luaran di antara anak-anak Allah. Kita mudah sekali mencampur-adukkan pengurapan minyak dan kekuatan. Tidak salah, pengurapan minyak ada bersama kekuatan, karena Allah dengan Roh Kudus dan kekuatan telah mengurapi Yesus orang Nazaret. Tidak salah, Roh Kudus ada bersama kekuatan, karena Roh Kudus juga adalah kekuatan Allah. Tetapi kekuatan Roh Kudus atas seseorang adalah hasil dari pengurapan minyak. Kita harus tahu, manusia mendapatkan pengurapan bukan untuk berbahasa lidah, bukan untuk membuat mujizat, bukan untuk membuat perkara-perkara yang aneh. Manusia mendapatkan pengurapan Allah adalah untuk dikuduskan di hadapan Allah.

Kita ambil satu contoh, seorang saudara yang sedang berjalan menuju tempat kebaktian merasakan harus bersaksi. Sebenarnya ia tidak begitu suka bersaksi, tetapi kali ini pengurapan minyak yang di dalam dia merasakan bahwa dia harus bersaksi, karena itu akhirnya dia bersaksi juga. Kebetulan ada dua orang teman yang telah beberapa kali mendengarkan khotbah, tetapi masih tidak mengerti, merasakan kebaktian tidak berarti sehingga lama tidak datang lagi. Malam itu mereka diajak oleh teman mereka, juga ada saudara-saudara yang berdoa untuk mereka, memohon Tuhan memberi mereka perkataan yang tepat. Hasilnya, kesaksian saudara tadi adalah untuk kedua orang itu. Inilah hasil pengurapan minyak yang bekerja di dalam kita, yang juga bekerja di dalam kebaktian.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas pengajaran pengurapan minyak di dalam kami. Buatlah kami peka terhadap kehendak-Mu dan menaatinya. Rahmatilah penghidupan kami, agar dapat senantiasa mempersaksikan diri-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Jika seorang mengasihi dunia

 Jadwal pembacaan Alkitab : Yehezkiel 38 – 39 dan 1 Yohanes 2:7-17.

1 Yohanes 2:15 ,Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

 

Kasih akan Bapa seperti satu benda yang dapat ditaruh di dalam kita, dan dapat pula keluar dari dalam kita. Jika seseorang menaruh kasih akan Bapa di dalam dirinya, maka ia dapat mengasihi Bapa. Banyak orang muda tidak dapat membuang dunia. Kita harus memiliki sesuatu yang lebih indah di dalam kita, baru kita dapat menyingkirkan hati yang mengasihi dunia.

Satu kali ada suatu pameran lukisan. Banyak lukisan indah yang dipamerkan harus dipandang dari jarak jauh baru bisa dinikmati makna dan keindahannya. Tetapi di antaranya ada sebuah lukisan yang harus dipandang dari dekat, baru bisa diketahui maknanya. Lukisan itu menyiratkan gambaran orang Kristen. Terlukis di sana seorang anak kecil sedang duduk di lantai, di sekelilingnya berserakan mainan-mainan kesenangan anak-anak yang indah-indah. Namun anak itu sama sekali tidak menaruh perhatian kepada mainan-mainan itu. Mata anak itu justru menatap ke arah jendela dan kedua tangannya diulurkan ke depan, ke arah jendela itu. Jika dilihat dari jauh, orang yang melihatnya akan merasa aneh sekali, tetapi jika mendekat dan melihatnya dengan teliti, ternyata di jendela itu hinggap seekor burung merpati yang indah. Di bawah lukisan itu tertulis kata-kata: “Karena ingin mendapatkan burung merpati yang indah itu, anak kecil ini telah mengabaikan semua mainannya.” Dari cerita gambar itu, ternyatalah bahwa demi mendapatkan sesuatu yang lebih baik, maka barang-barang yang kurang baik akan diabaikan. Demikian juga cara Allah menyuruh kita membuang barang-barang yang kurang indah. Allah tidak pernah menyuruh kita membuang apa-apa, melainkan meletakkan sesuatu yang lebih indah di hadapan kita. Jika kita mau mendapatkannya, kita pasti dengan sendirinya membuang barang-barang yang lain.

 

Doa: “Ya Bapa, buatlah diri kami nampak bahwa Engkau lebih indah dari semua barang apa pun yang ditawarkan oleh dunia. Tambahkanlah diri-Mu ke dalam kami lebih banyak, sehingga dengan sendirinya kami membuang dunia, karena kami mengenal bahwa Engkau lebih indah. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone