Dahulu dimahkotai duri

Dahulu dimahkotai duri

Jadwal pembacaan Alkitab : 1Raja – raja  20 – 21 dan Yohanes  18:28 – 19:16

Yohanes 19:2  “Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu.”

 

Menurut hukum Allah yang adil, orang dosa harus mati, harus dikutuk. Sebab itu Tuhan Yesus di bawah hukum Taurat mati untuk kita, merasakan kematian bagi kita, menerima kutukan bagi kita, mengorbankan jiwa menjadi harga penebusan kita, untuk menebus kita, terlepas dari kutukan hukum Taurat. Ketika Tuhan Yesus mati di atas salib, mahkota duri yang dikenakan kepada-Nya adalah tanda menerima kutukan. Adanya duri disebabkan oleh kutukan terhadap orang dosa (Kej. 3:17, 18). Kutukan terhadap dosa-dosa yang dilakukan manusia, semuanya tertimpa kepada Tuhan ketika Ia disalib. Di sana Tuhan menerima kutukan bagi kita, orang yang berdosa, sebab itu kematian-Nya dapat menebus kita terlepas dari kutuk hukum Taurat. Tuhan di sini, sebagai Anak Domba Paskah berkurban bagi dosa-dosa kita, diseret seperti domba kepada penyembelih-Nya untuk menggenapkan Yesaya 53:7-8.

Kalau di bumi Ia diberi mahkota duri, tetapi di atas takhta di surga, Ia dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan. Sebagai persona yang dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan, Kristus jauh lebih mustika daripada hal apa pun di bumi. Alihkanlah pandangan kita dari hal-hal di bumi, dan pandanglah Yesus yang telah dibangkitkan dan naik ke surga, yang telah dinobatkan serta dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan. Karena kita telah dibangkitkan bersama Kristus, kita harus mencari hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah (Kol. 3:1). Lupakanlah apa yang dikejar orang di bumi, pandanglah Tuhan Yesus. Janganlah mengapresiasi apa yang ada di dunia ini, tetapi apresiasilah Persona yang dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan ini. Kiranya perhatian kita hanya berpusat pada Tuhan Yesus saja; tidak terpikat oleh hal lain apa pun.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas kebangkitan Tuhan Yesus.  Pikatlah hati kami, hingga tertuju kepada-Mu. Buatlah diri kami bisa memikirkan perkara yang di atas. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply