Damai Bersama Yesus

Damai Bersama Yesus

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Samuel 14:21 – 16:14 dan Yohanes  6:1 – 21

Yohanes 6:20-21 “Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!” Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.”

 

Alkitab tidak berkata dunia ini sangat terang, tetapi firman Allah berkata, hari sudah mulai malam. Sekarang kita berada dalam malam yang gelap ini. Sebab itu kita merasakan sekeliling kita semuanya gelap. Apakah Anda merasakan sekeliling semuanya gelap? Kalau Anda tidak mengetahui apa yang disebut gelap, kalau Anda tidak merasakan sekeliling semuanya gelap, mungkin Anda sudah dilebur oleh dunia. Kalau kita berjalan di dalam terang, sering dekat dengan Allah, hidup dalam Kristus, terus-menerus menghakimi pekerjaan daging, dan menurut pimpinan Roh Kudus, dengan sendirinya kita akan memahami bahwa dunia ini benar-benar adalah satu dunia yang gelap.

Murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu. Perjalanan kita baru dimulai dan belum mencapai tujuan. Apa saja yang mereka alami? “Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang” (Yoh. 6:17-18). Laut yang bergelora melambangkan gangguan kesulitan hidup manusia.

Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Ini melambangkan bahwa Tuhan bisa menaklukkan segala kesulitan kehidupan manusia. Dia bisa berjalan di atas ombak kesulitan kehidupan manusia, dan semua kesulitan ada di bawah kaki-Nya. Tuhan berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!” Mereka mau menaikkan Yesus ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui. Kita harus menerima Tuhan ke dalam “perahu” kita (kehidupan pernikahan kita, keluarga kita, pekerjaan kita, dan lain-lainnya), agar dalam penempuhan hidup manusia ini kita menikmati kedamaian bersama Dia.

Doa: “Ya Bapa, kami mau membiarkan diri-Mu masuk dalam perahu kehidupan kami, sehingga kami boleh melewati ombak kesulitan bersama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply