Posted in Articles
Doa untuk Pertobatan Orang Lain

Doa untuk Pertobatan Orang Lain

“Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus.” (Ef. 6:18)

Doa berfaedah bagi pertobatan lain orang. Di dunia ini sedikit sekali orang yang telah bertobat tanpa didoakan oleh orang lain. Dahulu saya kira, bahwa tak seorangpun yang bersangkut paut dengan pertobatanku sendiri, karena saya tidak bertobat di gereja atau di sekolah Minggu, atau karena percakapan-percakapan dengan orang lain. Saya bangun tengah malam dan bertobat. Sepanjang ingatan saya, saya tidak mempunyai pikiran sedikitpun tentang pertobatanku atau tentang sesuatu serupa itu, ketika saya masuk tempat tidur dan tertidur; tetapi saya bangun tengah malam dan bertobat di dalam waktu lima menit agaknya. Beberapa menit sebelumnya, saya merasa seakan-akan saya di dekat kebinasaan yang kekal. Saya telah melangkah dengan satu kaki ke dalamnya dan sedang berusaha melangkahkan kakiku yang lain ke dalamnya. Tadi saya telah mengatakan bahwa tak seorangpun bersangkut paut dengan hal itu, tetapi saya telah lupa kepada doa-doa ibuku; kemudian saya mengerti bahwa salah seorang teman saya sekelas juga telah mendoakan saya sampai saya bertobat;

Berdoa seringkali berhasil, di mana segala sesuatu lainnya telah gagal. Bagaimana segala usaha dan permohonan dari Monica, sama sekali gagal mengenai anaknya laki-laki! Tetapi doa-doanya kepada Allah mengatasi sekalian itu, dan anak yang cabul itu menjadi Agustinus, seorang utusan Allah yang berkuasa. Karena doa-doa, maka musuh-musuh yang paling besar dari Kabar Injil telah menjadi pahlawan Injil yang paling berani, orang-orang berdosa yang amat buruk telah menjadi anak-anak Allah yang benar dan orang-orang perempuan yang hina menjadi orang-orang saleh yang sejati. Alangkah besar kuasa dari doa untuk mencapai ke bawah, di mana pengharapan rupanya telah putus, . . . doa yang mengangkat perempuan dan laki-laki sehingga dapat bersahabat dengan Allah dan mengubah keadaan mereka menjadi serupa peta Allah! Hal itu sederhana dan ajaib! Alangkah sedikitnya kita menghargai senjata yang mengherankan ini!

Dikutip dari: RA Torrey, Bagaimana kita Patut Berdoa (Surabaya: Penerbit Yakin), pp. 21-22.

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply