Harus menang tiap hari

Jadwal pembacaan Alkitab : Habakuk 1:1 – 3:19 dan Wahyu 17:1-18.

 

Wahyu 17:14b,   Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Dialah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka yang bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.

 

Perang di sini sama seperti yang dikatakan dalam Wahyu 19:11-21, juga adalah perang besar Harmagedon (16:14, 16). Orang-orang yang bersama Anak Domba itu adalah orang-orang yang telah dipanggil, dipilih dan yang setia. Perhatikan, di sini “dipilih” disinggung setelah “terpanggil”. Terpanggil ialah beroleh selamat, sedangkan dipilih adalah diperkenan oleh Tuhan berdasarkan kehidupan yang menang. Dipanggil adalah untuk menerima keselamatan (Rm.1:7; I Kor. 1:2; Ef. 4:1), sedangkan dipilih ialah menerima pahala. Semua kaum imani telah terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih sebagai pemenang. Para pemenang, kaum yang terpilih, akan menerima pahala dan bersyarat untuk berperan serta dalam perjamuan kawin Anak Domba.

Hari ini yang terpanggil banyak, tetapi kelak yang dipilih hanya sedikit (Mat. 22:14). Kita semua telah dipanggil. Namun untuk termasuk di antara orang-orang yang dipilih di waktu mendatang itu, kita harus menempuh kehidupan yang menang pada hari ini untuk mengatasi dosa, mengatasi dunia, mengatasi diri kita sendiri, mengatasi daging kita, mengatasi ketidaktaatan kita kepada orang-tua kita, dan bahkan mengatasi pertengkaran kita dengan saudara-saudara kita. Teruslah hidup di dalam roh. Kita juga harus tinggal di dalam persekutuan dengan Tuhan setiap hari dan setiap jam. Bahkan para malaikat harus dapat bersaksi bahwa kita berada di dalam persekutuan dengan Tuhan. Jangan jauh dari Dia, harus hadir di dalam persekutuan-Nya. Tidak boleh ada kekosongan dalam persekutuan kita dengan Tuhan. Setiap hari bahkan setiap jam kita perlu menjadi orang-orang yang demikian.

Doa: “Ya Bapa, rahmatilah kami agar dapat menempuh kehidupan yang menang untuk mengatasi dosa, dunia, diri sendiri, daging kami. Bawalah kami menang mengatasi ketidaktaatan kami kepada orang-tua kami, dan bahkan mengatasi pertengkaran kami dengan saudara-saudara kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply