Hati nurani yang murni

Hati nurani yang murni

Jadwal pembacaan Alkitab : Ezra 5 – 6 dan Kisah para rasul 23:1-11

Kisah para rasul 23:1b , Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah.

 

Paulus mengikuti jejak nenek moyangnya dalam melayani Allah dengan hati nurani yang murni. Dalam masa kemerosotan, orang memerlukan hati nurani yang murni, hati nurani yang dimurnikan dari campuran apa pun, untuk melayani Allah. Hati nurani yang tidak bercela adalah hati nurani yang tanpa lubang atau kebocoran. Jika kita mengakui dosa-dosa kita di hadapan Allah dan menanggulangi dosa kita di hadapan manusia, manusia batiniah kita akan bebas dari dosa-dosa dan hati nurani kita menjadi murni. Kita dapat melayani Allah hanya dengan hati nurani yang murni. Jika kita ingin pelayanan kita menjamah Allah, kita harus melayani dengan hati nurani yang murni.

Jika hati nurani kita tidak murni, bukan hanya doa kita tidak dijawab, tetapi orang-orang yang kita layani juga tidak akan pernah menjamah Allah. Beberapa hati nurani orang Kristen seperti kapal yang kandas. Meskipun ada orang Kristen yang telah mengabaikan hati nuraninya, kita yang telah diselamatkan tidak seharusnya meremehkan kesalahan yang kecil; sebaliknya kita harus menanggulanginya dengan tuntas.

Hari ini, saat kekristenan demikian morosot, tidaklah mudah bagi orang yang melayani Tuhan untuk menjaga hati nuraninya tidak bercela. Tetapi, jika kita ingin mengikuti Tuhan dalam hidup untuk berjalan di jalan di depan kita, kita harus mengikuti Dia dan memenuhi prinsip-Nya. Jika kita ingin melayani dan menjamah Allah, kita harus selalu memiliki hadirat Allah di dalam kita, dan kita harus penuh dengan terang dan memiliki iman sepanjang waktu. Dalam jalan ini, terang, wahyu, hidup, dan kuasa akan menjadi pengalaman kita yang konstan. Selama kita dengan tuntas menanggulangi hati nurani, kita akan mampu berjalan di jalan ini dengan jalan yang lurus dan tepat.

 

Doa: “Ya Bapa, rahmati kami agar selalu memiliki hati nurani yang murni. Pulihkanlah kami dari kemerosotan agar kami dapat berjalan di jalan-Mu yang lurus dan tepat. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply