Hati yang Mengampuni

Hati yang Mengampuni

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Samuel 16-17 dan Lukas 23:33-56

Lukas 23:34 “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.”

Manusia menyalibkan Dia, tetapi Dia masih berdoa bagi orang-orang yang menyalibkan Dia, “Ya, Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Inilah kasih yang luar biasa! Inilah pengampunan yang luar biasa! Dia berdoa bagi musuh, Dia mengampuni musuh, Dia mengasihi musuh. Ini memperlihatkan kepada kita, Allah yang di surga mengampuni musuh, mengasihi musuh.

Akhirnya, Tuhan Yesus melalui kematian-Nya di atas kayu salib, dengan sepenuhnya menyatakan hati Allah yang mengasihi manusia. “Akan tetapi, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita.” (Roma 5:8). Salib Tuhan Yesus adalah pernyataan yang tertinggi kasih Allah kepada manusia. Hati Allah yang mengasihi manusia, sepenuhnya ditunjukkan oleh salib Tuhan Yesus. Darah di atas kayu salib, mengalirkan hati kasih yang di surga. Hati Allah yang mengasihi manusia, mengalir keluar bersama darah di atas kayu salib. Darah adi di atas salib, menyatakan hati kasih dari surga. Kematian di atas salib, memberi tahu kita Allah mengasihi manusia. Allah mengasihi kita, lalu menyuruh Anak-Nya di atas kayu salib mati bagi kita.

Tuhan Yesus di atas kayu salib menanggung dosa kita. Dia di atas kayu salib menyerahkan nyawa-Nya untuk menjadi harga penebusan kita. Dia di atas kayu salib mengalirkan darah adi-Nya, supaya dosa kita diampuni. Dia di atas kayu salib menerima penghakiman bagi kita. “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Ptr. 2:24).

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas kasih-Mu. Kami mohon Engkau, Tuhan, memenuhi hati kami dengan kasih-Mu sehingga kami bisa saling mengampuni sebagaimana Tuhan telah mengampuni kami. Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply