Posted in Devotions
Hidup Bijaksana

Hidup Bijaksana

Salam damai sejahtera pendengar yang terkasih dalam Tuhan Yesus, program Makanan Rohani Eph219 ingin mendorong setiap kaum beriman untuk membaca Alkitab setahun sekali dan menyampaikan makanan rohani kepada seluruh anggota keluarga Allah.

Jadwal pembacaan Alkitab: Yer. 21-22 dan Tit. 1.

Fokus renungan kita :  “HIDUP BIJAKSANA”

Firman Tuhan dalam Tit. 1:8 berkata, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri”  

Bijaksana tidak hanya tanggap, tetapi juga arif dalam memahami segala perkara. Dalam Kitab 1 dan 2 Timotius dan Titus, Paulus menggunakan kata-kata bijaksana dan penguasaan diri beberapa kali. Semua orang beriman dalam hidup gereja perlu berpikir jernih dalam pengertian mereka. Semuanya harus mempunyai kebajikan bijaksana ini. Bila kita mempunyai kebajikan bijaksana seorang Kristen, penglihatan kita akan sangat tajam dan penuh wawasan. Namun, kita bisa tetap tenang, tidak cerewet. Seorang yang cerewet bukanlah seorang yang bijaksana. Orang yang bijaksana, tajam dalam pengertiannya, tetapi lambat untuk berbicara.

Dalam persekutuan kita sebagai orang Kristen, sangatlah penting kalau kita mengerti orang lain. Bila seseorang datang kepada Anda untuk bersekutu, janganlah banyak berkata-kata. Sebaliknya, dengarlah lawan bicara Anda berbicara. Akan tetapi, banyak orang yang mempunyai kebiasaan memotong pihak lain dan berbicara terlalu cepat. Bila kita mau mempunyai persekutuan yang benar dengan orang lain, batin kita perlu seperti danau yang tenang. Tetapi sikap cerewet mengaduk air dan membuat danau itu menjadi keruh.

Kita hendaknya menjadi teladan dalam semua aspek positif hidup gereja. Kita hendaknya menjadi teladan dalam berdoa dan memamerkan kebajikan kebijaksanaan. Jika seorang saudara bisa diam selama 15 menit sementara seseorang sedang bersekutu dengannya, ia akan memenuhi syarat melayani. Ketika seseorang berbicara kepada Anda, Anda hendaknya menjadi danau yang tenang, jernih, dan bening. Ini adalah salah satu syarat bagi seorang pelayan dalam gereja. Sikap cerewet membuat Anda kehilangan syarat. Seorang pelayan dalam gereja adalah orang yang tenang, teduh, tajam dalam pengertian, dan memiliki daya pembeda.

Doa: “Ya Bapa, mohon Engkau menganugerahkan kepada kami ketenangan, ketajaman dalam pengertian, dan daya pembeda, supaya kami bersyarat menjadi pelayan dalam gereja. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply