Hikmat dan Kasih Karunia

Hikmat dan Kasih Karunia

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan 7 – 9:21  dan Lukas 2:21-52

Lukas 2:40 “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.”

 

Lukas 2:40 menceritakan mengenai pertumbuhan Yesus sebagai manusia. Ayat 40 ini mengatakan bahwa sewaktu Yesus bertumbuh, Dia penuh dengan hikmat. Hikmat yang berasal dari ke-Allahan Penyelamat ini (Kol. 2:2-3), tertampil selaras dengan ukuran pertumbuhan fisik-Nya. Selain itu, ayat ini juga menunjukkan bahwa kasih karunia Allah ada pada Yesus. Sebagai Allah, Yesus tidak memerlukan kasih karunia. Akan tetapi, sebagai seorang Manusia, Yesus juga memerlukan kasih karunia Allah untuk kehidupan insani-Nya.

Sebagai manusia, kita semua memerlukan hikmat dan kasih karunia Allah. Hikmat berhubungan dengan cara melakukan sesuatu, dan kasih karunia berhubungan dengan kekuatan, kemampuan, untuk melaksanakan sesuatu itu. Dalam kehidupan kita, pertama-tama kita memerlukan cara untuk melakukan sesuatu. Kemudian, kita memerlukan kekuatan untuk melakukannya. Hikmat adalah caranya, dan kasih karunia adalah kekuatannya. Kita memerlukan hikmat agar memiliki cara yang tepat. Namun, hikmat itu sendiri tidaklah cukup; kasih karunia juga diperlukan. Jika kita tidak memiliki kasih karunia, kita tidak akan memiliki kuasa, kekuatan, atau tenaga untuk melaksanakan hal tertentu dengan cara yang tepat. Jika kita memiliki hikmat tanpa kasih karunia, kita akan kecewa karena kita tidak akan dapat memenuhi kewajiban kita.

Kehidupan Yesus sebagai Manusia sungguh dapat menjadi teladan bagi kita. Sebagaimana Manusia-Yesus ini hidup di dalam hikmat dan kasih karunia Allah, kita juga perlu memiliki hikmat Allah untuk cara kita dan kasih karunia Allah untuk kuasa, kekuatan, dan tenaga kita dalam kehidupan kita.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan Yesus, kami berdoa agar manusia batiniah kami juga bertumbuh besar, semakin kuat, dan penuh dengan hikmat untuk melaksanakan tanggung jawab rohani kami sebagai anak-anak Allah.Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply