Posted in Devotions

Jangan Takut Bersaksi

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Taw. 24-25 dan Kisah Para Rasul 18:1-22

Kisah Para Rasul 18:9 “Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!”

Ada orang tidak berani mengaku bahwa dirinya orang Kristen, alasannya: ia takut kepada orang. Banyak orang yang benar-benar tidak mempunyai pikiran apa-apa, mereka dengan senang hati mau berdiri dan mengaku, tetapi begitu melihat raut muka orang lain, dia tidak berani mengaku. Begitu melihat wajah ayah dan ibunya, ia merasa sukar untuk mengaku; melihat wajah teman-temannya, juga merasa sukar untuk mengaku. Banyak orang yang terbentur pada kesulitan ini, takut kepada orang, tidak berani buka mulut. Asalnya memang penakut, bukan dalam hal percaya Tuhan saja mereka kecil hati. Jika Anda meminta mereka di hadapan umum mengatakan, “Aku adalah orang yang percaya Tuhan,” itu seolah-olah meminta nyawanya, bagaimana pun ia tidak berani membuka mulut.

Bagi orang yang demikian, dengarkanlah firman Tuhan, “Takut kepada orang mendatangkan jerat” (Amsal 29:25). Ketakutan Anda itu adalah jerat Anda. Mungkin, orang yang Anda takuti itu sebenarnya justru senang mendengar pengakuan Anda; kalaupun ia tidak senang mendengarkan, ia belum tentu seperti yang Anda bayangkan begitu menakutkan. Anda takut kepada orang, mungkin orang itu juga takut kepada Anda. Sebab itu, tidak sepatutnya kita mempunyai hati yang takut kepada orang. Kita yang mengikuti Tuhan, tidak boleh menjadi orang penakut. Orang penakut, takkan bisa menjadi orang Kristen yang baik, tidak bisa melayani Tuhan. Orang Kristen harus mempunyai keberanian untuk memberitahu sanak famili dan handai taulannya, harus mempunyai keberanian di hadapan perorangan atau pun umum, mengakui Tuhan itu siapa. Sejak semula, kita harus berada di jalan ini.

Doa: “Ya Bapa, rahmati diri kami agar tidak menjadi penakut yang tidak berani mengakui Diri-Mu sebagai Tuhan kami. Mohon rahmat-Mu menunjang kami agar kami memiliki keberanian untuk bersaksi. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply