Jiwaku Memuliakan Tuhan

Jiwaku Memuliakan Tuhan

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan 1-2  dan Lukas 1:24-56

Lukas 1:46 “Lalu kata Maria: Jiwaku memuliakan Tuhan”

 

Pujian puitis Maria dalam Lukas 1:46-55, mengutip banyak perkataan Perjanjian Lama. Sebelum Maria dikunjungi oleh malaikat untuk menerima firman mengenai keterkandungan Manusia-Penyelamat, ia sudah penuh dengan pengetahuan terhadap firman Allah. Banyak ayat dari Kitab Suci yang telah diserapnya. Karena itu, pada waktu yang tepat ia dapat mencurahkan apa yang ada di dalam dirinya untuk mempersembahkan pujian kepada Allah.

Memuji Tuhan adalah pelayanan yang tertinggi. Dalam mazmur, Daud mengatakan bahwa ia sendiri berdoa tiga kali sehari kepada Allah (Mzm. 55:18), ia juga mengatakan bahwa ia sendiri memuji-muji Allah tujuh kali sehari (Mzm. 119:164). Daud digerakkan Roh Kudus, ia mengakui bahwa puji-pujian adalah perkara yang amat penting. Kalau berdoa ia lakukan tiga kali sehari, tetapi memuji tujuh kali sehari.

Kita tidak saja harus berdoa di hadapan Allah, juga harus belajar menjadi pemuji. Daud dikaruniai Allah, ia dapat memuji Allah tujuh kali sehari. Berdoa tidak selalu membuat kita menjamah takhta, tetapi memuji, kapan saja, pasti membuat kita menjamah takhta. Berdoa tidak tentu setiap kali membuat kita menang, tetapi memuji, dari awal hingga akhir tidak pernah sekali pun gagal. Kita belajar membuka mulut memuji, sewaktu bangun pagi, bersidang, menghadapi urusan atau tidak, sedang sendirian, tidak ada perasaan dan tidak ada kesulitan, melainkan khususnya pada waktu ada kesulitan dan ada duka lara, saat itulah lebih-lebih harus memuji. Pada saat itu kita harus menengadahkan kepala, berkata, “Tuhan, aku memuji Engkau!” Anda mungkin mengucurkan air mata, namun mulut tetap boleh memuji; hati Anda mungkin sedih dan luka, tetapi roh tetap dapat memuji. Seperti pemazmur mengatakan: “Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada” (Mzm. 146:2)

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan Yesus, kami mau belajar memuji Tuhan baik dalam keadaan sehat atau sakit, saat untung atau saat rugi, baik di saat gembira maupun sedang susah. Biarlah Engkau ditinggikan dalam hidupku. Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Courtesy Image Google

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply