Juruselamat Telah Lahir

Juruselamat Telah Lahir

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan 4:44 –  6  dan Lukas 2:1-20

Lukas 2:11 “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

 

Dalam Lukas 2:1-20 dikisahkan mengenai kelahiran Yesus. Saat itu, Kaisar Agustus mengadakan sensus penduduk yang pertama kalinya. Hal ini menyebabkan setiap orang harus kembali ke kotanya sendiri untuk mendaftarkan diri. Yusuf dan tunangannya, Maria, pun harus kembali ke kota asal mereka, yaitu Betlehem, supaya dapat terdaftar. Saat kembali ke Betlehem, tibalah waktu untuk Maria bersalin. Maria melahirkan seorang anak laki-laki, yaitu Yesus, yang dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Kelahiran Yesus, Sang Juruselamat, menyebabkan para malaikat bersukaria, memuji-muji Allah. Mereka juga memberitakan perihal kelahiran Sang Juruselamat ini kepada gembala-gembala yang sedang berjaga di padang.

Penggalan mengenai kisah kelahiran Yesus di atas mungkin sudah sering kita dengar atau sudah kita ketahui sejak lama. Kita perlu memuji Allah karena Putra telah berinkarnasi menjadi manusia sehingga Dia, Sang Juruselamat dapat menyelamatkan kita dari dosa dan maut. Yesus secara jasmani, sekitar dua ribu tahun yang lalu, telah lahir di Betlehem. Namun, apakah Dia juga telah lahir di hati kita, orang-orang yang telah diselamatkannya? Dalam sebuah lagu Kristen  dikatakan, “Kristus laksaan kali, lahir di Betlehem, Kalau belum di hati, kurnia belum jadi. Salib di Golgota, belum menyelamatkan, Salib di dalammu, menolong kau tentu.” Kidung ini menyatakan bahwa kelahiran, bahkan kematian Kristus, bila tidak di dalam hati kita, semuanya adalah sia-sia. Kita perlu membiarkan Kristus juga lahir di hati kita. Dengan demikian, kelahiran-Nya, sang Juruselamat, juga bisa kita alami dalam sehari-hari kita, membuat kita mengalami Dia benar-benar menjadi Juruselamat di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan Yesus, kami rindu memberitakan Injil kepada keluarga dan teman-teman kami, agar Kristus terlahir di dalam banyak hati mereka, menjadi Juruselamat mereka. Terima kasih Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply