Kekuatan Allah

Kekuatan Allah

Jadwal pembacaan Alkitab : Ester 3 – 5 dan Roma 1:1-17.

Roma 1:16a , “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.

 

Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (1:16). Dalam surat Roma, arti keselamatan mencakup berbagai aspek. Selamat bukan hanya berarti menyelamatkan kita dari hukuman Allah dan dari api neraka, tetapi juga berarti menyelamatkan kita dari sifat-sifat alamiah kita, kegemaran kita, ego kita, sifat senang menonjolkan diri atau memecah belah. Keselamatan ini menyelamatkan kita dari hal-hal yang tidak patut pada diri kita, menyelamatkan kita dari hal-hal yang menyebabkan kita tidak kudus, supaya kita serupa dengan Dia, dimuliakan, diubah, dapat dibangun bersama anggota lainnya menjadi satu Tubuh, dan tidak menyendiri dalam menempuh hidup gereja. Injil Allah adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan dengan sempurna, lengkap, dan kekal. Inilah kekuatan Allah bagi semua orang yang percaya.

Mengapa Injil ini demikian berkuasa? Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah (1:17). Keselamatan itu datangnya dari kebenaran Allah. Kebenaran, sangat berkaitan dengan hukum. Karena Kristus telah memenuhi semua tuntutan keadilan hukum, maka Allah mau tidak mau harus menyelamatkan kita. Kita dapat berkata, “Ya Allah, Engkau harus mengampuni aku. Suka atau tidak suka, Engkau harus mengampuni aku. Engkau benar, jika Engkau memberi ampunan; sebaliknya Engkau tidak benar, jika tidak mengampuni aku.” Kita harus demikian tegas berkata kepada Allah. Bagi kita, orang-orang dosa, Kristus telah memenuhi semua tuntutan kebenaran hukum Taurat, maka Allah terikat oleh kebenaran-Nya untuk menyelamatkan kita. Kebenaran adalah satu pengikat yang kuat. Allah justru berada di dalam ikatan ini untuk menyelamatkan kita. Allah tidak dapat mengelak, Ia harus menyelamatkan kita, karena Dia benar. Puji Dia!

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas Injil yang adalah kekuatan Allah. Selamatkanlah kami, tidak saja dari neraka, tapi juga dari sifat-sifat alamiah kami, kegemaran, ego, dan semua hal yang tidak Engkau kehendaki ada di dalam diri kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply