Keperluan Orang Mati

Keperluan Orang Mati

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Raja – raja 3 – 4 dan Yohanes 11:1-16

Yohanes 11:11 “Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.”

Di sini Injil Yohanes mengatakan bahwa Lazarus “telah tertidur” (sudah mati – ay. 14). Dipandang dari sudut Alkitab, perkara mati ada tiga makna: makna pertama adalah kehilangan fungsinya. Makna kedua dari mati adalah tidak ada perasaan. Makna ketiga dari mati adalah lemah, tidak ada kekuatan. Perkataan dalam Efesus pasal 2 juga memperlihatkan kepada kita bahwa manusia yang mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa mempunyai tiga macam keadaan: keadaan pertama adalah mengikuti jalan (arus, sistem) dunia ini; keadaan kedua adalah menaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh-roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka; keadaan ketiga adalah hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran yang jahat. Ketiga macam keadaan ini menyatakan manusia hidup dalam pelanggaran dan dosa, tidak ada kekuatan dan lemah, tidak bisa melawan arus dunia ini, tidak bisa mengalahkan Iblis, juga tidak bisa mengendalikan daging. Ini menunjukkan manusia sudah mati.

Banyaknya keadaan dan ciri-ciri kematian pada diri manusia semuanya membuktikan bahwa manusia benar-benar sudah mati. Apakah yang diperlukan oleh orang yang telah mati ini? Perlu penyembuhan? Penyembuhan tidak berguna. Perlu perbaikan kelakuan? Perbaikan kelakuan lebih tidak berguna. Yang diperlukan oleh orang yang telah mati ini adalah kuasa kebangkitan. Penyembuhan tidak bisa menyelesaikan kematian, perbaikan juga tidak bisa menyelesaikan kematian. Orang mati memerlukan hayat kebangkitan. Sang Hidup ini tidak lain adalah Tuhan Yesus sendiri. Hidup dan kebangkitan yang Dia berikan kepada kita adalah diri-Nya sendiri. Dia sendiri adalah Sang Hidup yang kita perlukan, Dia sendiri adalah kebangkitan yang kita perlukan.

Doa: “Ya Bapa,terima kasih atas firman-Mu. Terima kasih kami boleh memiliki-Mu sebagai Sang Hidup dan kebangkitan di dalam kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply