Kesaksian menyeru nama Tuhan

Kesaksian menyeru nama Tuhan

Jadwal pembacaan Alkitab : Ayub 38-40 dan Roma 10

Roma 10:12 , “Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.”

 

Pada suatu hari, di bulan Agustus 1931, ketika saya sedang berjalan di suatu jalan, Roh Kudus berbicara di dalam saya, “Perhatikanlah dirimu. Kamu telah memperoleh begitu banyak pengetahuan. Kamu mengenal nubuat-nubuat dan lambang-lambang, tetapi lihatlah, betapa matinya dirimu!” Segera di lubuk batin saya terasa suatu kehausan dan kelaparan, seperti ada suatu benda yang akan meledak. Tetapi karena latar belakang agama saya, saya tidak mau berteriak di pinggir jalan. Saya menahan diri; saya sangat menderita sepanjang sore, senja, dan sampai malam hari itu. Saya menunggu fajar datang agar dapat melepaskan diri saya di hadapan Tuhan. Rumah saya terletak di kaki sebuah bukit kecil. Ketika fajar menyingsing, saya segera berlari ke puncak bukit itu untuk mencurahkan segala yang ada di dalam hati saya. Saya tidak berniat untuk berseru, tetapi ada sesuatu yang meledak keluar dari dalam yang berseru, “O, Tuhan Yesus!” Dengan spontan saya menyeru nama Tuhan. Tidak ada seorang pun yang mengajari saya untuk menyeru nama Tuhan, saya juga tidak pernah menemukan apa pun mengenai hal ini di dalam Alkitab. Saya melakukan hal ini dengan spontan saja. Meskipun saya tidak mempunyai istilah-istilah “menikmati Tuhan” dan “membebaskan roh”, saya mempunyai realitas kedua hal ini. Saya sungguh-sungguh telah melatih dan membebaskan roh saya, dan saya sungguh-sungguh telah menikmati Tuhan. Hampir setiap pagi setelah peristiwa itu, saya pergi ke puncak bukit dan setiap kali menyeru nama Tuhan. Melalui menyeru nama Tuhan, saya dipenuhi Tuhan. Setiap pagi ketika saya turun dari puncak bukit itu, saya penuh sukacita. Saya merasa berada di surga dan seluruh bumi dengan segala isinya berada di bawah kaki saya. (Kesaksian Sdr. Witness Lee)

 

Doa: “Ya Bapa, rahmati diri kami agar dapat dipenuhi oleh-Mu. Bawalah kami setiap pagi menjadi orang yang memulai hari kami dengan menyeru nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply