Posted in Devotions

Kesaksian Pertobatan

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Tawarikh 22-24 dan Kisah Para Rasul 11:1-18

Kisah Para Rasul 11:18 “… Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

Watchman Nee bersaksi: Di suatu musim panas, saya pergi ke suatu daerah bukit untuk istirahat panjang. Saya harus menginap di satu rumah dan makan di rumah yang lain. Rumah tempat saya makan adalah rumah seorang montir, ia tinggal bersama istrinya. Suatu hari, tibalah kesempatanku untuk memberitakan Tuhan Yesus kepada mereka. Mereka senang mendengarnya. Syukur kepada Tuhan, mereka pun dibaptis, dan suatu terang baru dan sukacita memasuki hidup mereka, karena pertobatan mereka adalah pertobatan yang sejati. Kemudian, karena cuaca menjadi semakin dingin, maka saya harus meninggalkan mereka dan kembali ke Shanghai.

Selama bulan-bulan musim dingin, orang itu biasa minum arak pada waktu makan. Hari itu, seperti biasanya, sang suami menundukkan kepala mengucap syukur atas makanannya — tetapi tidak ada kata-kata yang bisa diucapkannya. Ia berpaling kepada istrinya, “Apa yang terjadi. Mengapa hari ini kita tidak bisa berdoa? Coba periksa Alkitab dan carilah keterangan mengenai minum arak.” Saya telah meninggalkan pada mereka sebuah Alkitab. Mereka tidak tahu bagaimana membaca Alkitab dan tidak mungkin bertanya kepada saya berada bermil-mil jauhnya dari sana. “Minum saja dulu,” kata istrinya. “Bila kita bertemu dengan Saudara Nee, kita akan tanyakan perkara ini.” Tetapi si suami tetap merasa tidak dapat mengucap syukur kepada Tuhan atas arak itu. Akhirnya ia berkata, “Singkirkan arak ini!” Setelah arak itu diambil, mereka berdua bisa bersyukur atas makanan mereka.

Suatu hari, ketika orang itu mengunjungi Shanghai, diceritakannya kisah itu kepadaku. Dengan suatu ungkapan yang tegas ia berkata, “Saudara Nee, Majikan yang tinggal di dalamku tidak mengijinkan aku minum arak itu!” Saya berkata, “Sungguh baik, saudara. Anda perlu selalu mendengarkan Majikan yang di dalam itu!”

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Dikaulah Majikan di dalam kami. Buatlah diri kami selalu mematuhi diri-Mu, tidak melakukan hal-hal yang tidau Dikau ijinkan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply