Kesetiaan Allah

Kesetiaan Allah

Jadwal pembacaan Alkitab : Ayub 8 – 10 dan Roma 3:1 – 20

Roma 3:3 , “Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?”

 

Di dalam Roma 3:3-7 Paulus berbicara mengenai satu aspek yang berbeda dari kebenaran yang mengacu pada kesetiaan Allah. Kesetiaan Allah kekal sampai selamanya, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya (2 Tim. 2:13). Begitu sekali Dia berkata, akan ditepati selamanya. Dia sendiri adalah setia. Satu Korintus 1:9 mengatakan, “Allah, yang memanggil kamu kepada persektuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.” Satu Yohanes 1:9 mengatakan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Puji Tuhan, Allah itu setia!

Allah setia terhadap apa? Allah setia terhadap yang dikatakan-Nya. Allah setia terhadap firman-Nya. Firman-Nya adalah wasiat, adalah janji. Janji ialah firman Allah. Allah setia terhadap semua yang dikatakan-Nya. Kapan saja Anda merasa lemah, Anda harus menyerukan kesetiaan Allah dengan berkata, “Oh Tuhan, Engkau adalah setia. Aku lemah, namun Engkau harus menurut perkataan-Mu membuat aku kuat.”

Kehidupan kristiani kita dan hidup gereja kita mutlak adalah kehidupan perjanjian. Dalam setiap ayat Alkitab Perjanjian Baru, kita melihat janji Allah. Ada sebuah ayat yang mungkin paling banyak dialami oleh anak-anak Allah: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Kor. 10:13). Ayat ini boleh Anda gunakan pada waktu Anda menjumpai segala macam keadaan yang mungkin menyulitkan Anda.

 

Doa: “Ya Bapa, kami mengucap syukur bahwa Dikau adalah Allah yang setia. Mohon dengan kesetian-Mu Engkau terus menopang kami dalam setiap perkara yang menyulitkan kami dan kesukaran hidup. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply