Ketenangan Paulus

Ketenangan Paulus

Jadwal pembacaan Alkitab :  Nehemia 11 – 12:1-26 dan Kisah para rasul 27:27-44.

Kisah para rasul 27:35 , “Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.

 

Di sini Paulus bertindak bagaikan seorang raja, atau sedikitnya seperti kepala dari satu keluarga besar. Ia bersyukur untuk makanan itu dan kemudian makan. Badai masih berkecamuk, kapal itu bergoyang-goyang, dan mereka takut kehilangan nyawa mereka. Meskipun demikian, Paulus menyuruh mereka tetap bersemangat supaya tenang, dan makan untuk mendapatkan kekuatan yang mereka perlukan. Kemudian, di hadapan mereka semua, ia memelopori makan. Semua orang itu takut dan tidak berselera untuk makan.

Orang yang tidak tenang, tidak tahan gejolak, begitu gejolak datang, ia segera tidak bisa makan enak dan tidur nyenyak, tidak bisa membaca Alkitab, rohnya seolah lenyap, pelayanannya pun berhenti. Sebab itu, seorang pelayan Allah harus berlatih dalam hal tenang. Tenang baru dapat menjamah roh, baru dapat mengerti kehendak Allah, baru dapat bersekutu dan melayani Tuhan. Di luar boleh menghadapi banyak kesibukan, aktivitas, tetapi di dalam batin tetap tenang.

Tuan Smith mengatakan bahwa satu roh yang tenang sangatlah berguna bagi kehidupan rohani. Sebaliknya, tidak ada satu perkara yang lebih dapat menghambat kekuatan dan keberhasilan rohani daripada roh yang gelisah dan khawatir. Jika kita tahu bagaimana harus bersandar dan bagaimana tenang, berarti kita sudah mendapatkan segala-galanya. Tidak perlu meronta-ronta, cukup duduk di hadapan Tuhan dengan tenang, maka Roh Kudus akan merampungkan apa yang kita harapkan. Boleh jadi kita tidak nampak dan tidak merasakan Roh Kudus sedang bekerja untuk kita; tetapi kita harus percaya, asalkan roh kita tenang, ia akan merampungkan pekerjaan itu.

 

Doa: “Ya Bapa, rahmatilah diri kami agar selalu memiliki roh yang tenang. Buatlah diri kami tidak gelisah dan khawatir, belajar percaya bahwa Roh Kudus akan merampungkan apa yang kita harapkan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply