Kristus dan yudaisme

Kristus dan yudaisme

Jadwal pembacaan Alkitab : Ezra 7 – 8 dan Kisah para rasul 23:12-30

Kisah para rasul 23:12, Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus.”

 

Agamawan Yahudi berusaha membunuh Paulus. Bukankah ini kontradiksi dengan perintah Allah? Yudaisme dapat diilustrasikan seperti sebutir telur ayam. Bagian luar telur ayam terdapat kulit telur, sedang di dalamnya adalah unsur-unsur dari seekor ayam. Kita makan unsur ayam yang di dalam telur, bukan kulit telur. Setelah seekor anak ayam menetas keluar, yang tertinggal adalah kulit telur itu belaka. Saat itu, tidak ada seorang pun mau makan kulit telur itu, melainkan membuangnya ke tong sampah.

Sebelum Kristus datang, Yudaisme adalah sebutir telur. Pada suatu hari, telur menetas dan anak ayam keluar, ini berarti Kristus telah keluar dari kulit telur itu. Dulu, anak ayam dengan telur adalah satu, dan telur itu patut dihargai orang, sebab di dalamnya terdapat anak ayam. Tetapi pada suatu hari Yesus telah keluar. Anak ayam itu telah keluar dari kulit telurnya. Kini ayam ini tidak saja berjalan di bumi atau terbang di angkasa, bahkan telah duduk di surga tingkat ketiga, tetapi kulit telurnya tertinggal di bumi.

Kita semua harus nampak betapa mudahnya kita memiliki kulit luar tanpa ayamnya. Apakah agama? Agama ialah melayani Allah, menyembah Allah, dan memperbaiki diri untuk mencari perkenan Allah, namun tanpa Kristus. Menyembah, melayani Allah tetapi bila di dalamnya tidak ada Kristus, itu hanyalah agama. Hanya Kristuslah realitas. Apa yang kita lakukan dan apa adanya diri kita ini mungkin merupakan suatu kulit telur yang kosong melompong. Sebagian bahkan bukan kulit telur, dan walaupun adalah kulit telur, tanpa Kristus hal-hal itu bukanlah apa-apa. Kita harus memiliki Kristus!

 

Doa: “Ya Bapa, rahmati diri kami agar tidak tertipu. Kami tidak mau menjadi orang yang bagi agama, namun kehilangan Kristus. Jagalah hidup kami menjadi hidup yang tidak saja memiliki Kristus, tapi juga hidup yang bagi Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply