Kuasa Firman yang Menyembuhkan

Kuasa Firman yang Menyembuhkan

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan 32:48 – 34:12 dan Lukas 7:1-23

Lukas 7:6b-7  “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”

 

Bagaimana perwira Romawi ini, seorang bukan Yahudi, dapat mengenal kuasa Tuhan? Menurut ayat 5, ia mengasihi bangsa Yahudi dan membangun sebuah rumah ibadat bagi orang-orang Yahudi. Dari hal ini kita nampak bahwa ia mungkin memiliki sedikit pengetahuan akan Perjanjian Lama. Selain itu, ia menyebut Tuhan Yesus sebagai Tuhan. Jadi, ia sadar bahwa Dialah yang memiliki kuasa yang sejati.

Perwira ini juga mengenal makna perkataan yang berkuasa. Inilah sebabnya ia dapat berkata kepada Tuhan Yesus, “Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (ay. 7). Ia mengenal kuasa dan firman sebagai ekspresi kuasa itu. Hamba perwira itu disembuhkan oleh firman Tuhan.

Tuhan Yesus heran akan iman perwira itu. Perwira bukan Yahudi itu mengenal kuasa Tuhan dan menyadari bahwa firman-Nya adalah firman dengan kuasa kesembuhan. Karena itu, ia bukan hanya percaya kepada-Nya, tetapi juga kepada firman-Nya. Ia meminta Tuhan untuk tidak datang secara pribadi, melainkan hanya mengirimkan firman-Nya. Tuhan Yesus heran akan iman yang besar itu.

Tuhan Yesus adalah Tuhan dari alam semesta ini. Meskipun demikian, Dia rela pergi untuk melihat seorang perwira pasukan Romawi. Perwira ini hanya memiliki seratus prajurit di bawah kuasanya, sedangkan Tuhan Yesus memiliki alam semesta ini di bawah kuasa-Nya. Dalam kebajikan Tuhan ini, kuasa-Nya dapat dinyatakan. Dia mengatakan satu firman dan hamba perwira itu disembuhkan.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan Yesus, kami rindu agar firman yang kami baca atau dengar bukan sekedar menjadi pengetahuan belaka, melainkan dapat menjadi pengalaman kami sehari-hari. Biarlah kuasa firman-Mu dapat ternyatakan dalam kehidupan kami. Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply