Lima Roti dan Dua Ikan

Lima Roti dan Dua Ikan

Jadwal pembacaan Alkitab : Yosua 7:10 – 8 dan Lukas 9:1-17

Lukas 9:13b ”Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan,…”

 

Lima roti dan dua ikan juga menunjukkan apa pun yang kita miliki dari Tuhan perlu kita bawa kepada-Nya agar dapat menjadi berkat besar bagi banyak orang. Tuhan sering memakai persembahan kita kepada-Nya untuk mencukupi keperluan orang lain. Jangan meremehkan apa yang ada pada kita. Lihatlah apa yang dapat Tuhan lakukan dengan lima roti dan dua ikan itu. Tuhan tidak meminta lebih dari yang kita punya. Kalau kita berikan kepada-Nya apa yang kita punya, Ia akan memberkati-Nya. Bila kita mempersembahkan milik kita, Ia akan mencurahkan berkat, mengaruniai berkat-Nya yang tak terbatas atas apa yang kita persembahkan kepada-Nya.

Lukas 9:17 mengatakan, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.” Di sini kita lihat akibat berkat Tuhan, yang tidak hanya memamerkan kuasa-Nya sebagai Pencipta, yang menjadikan ada sesuatu yang tidak ada (Rm. 4:17), tetapi juga melambangkan hayat ilahi-Nya yang berlimpah dan tak habis terpakai (Ef. 3:8; Flp. 1:19).

Jangan cemas dengan fakta bahwa kita seringkali ditolak, dibenci, atau diremehkan karena mengikuti jalan Tuhan bagi kesaksian Tuhan. Semua itu seharusnya mendorong kita mempersembahkan milik kita kepada Tuhan. Mungkin kita hanya memiliki lima roti dan dua ikan, tetapi kita dapat memberikannya kepada Tuhan agar diberkati. Kalau kita berikan milik kita kepada Tuhan, Ia akan mengaruniai berkat-Nya atas apa yang kita persembahkan kepada-Nya. Hasilnya, orang lain akan dikenyangkan dan puas, dan masih tersisa dua belas bakul. Yang bisa kita berikan kepada Tuhan memang sangat terbatas, namun tangan-Nya akan membuat hal itu menjadi berkat yang tak terbatas!

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan Yesus, kami sangat terbatas, tetapi diri-Mu dan berkat-Mu sungguh tidak terbatas. Jadikan kami saluran berkat-Mu bagi lebih banyak orang. Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Courtesy Image Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply