Manusia Sempurna

Manusia Sempurna

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Samuel 14-15 dan Lukas 23:1-32

Lukas 23:4 “Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini.”

 

Pilatus, pejabat yang mengadili Tuhan Yesus, pernah tiga kali berkata, “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya” (Yoh. 18:38; 19:4, 6). Meskipun Tuhan Yesus difitnah orang, hakim yang memeriksa tetap tidak bisa tidak mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.” Sebaliknya, kita benar-benar tidak bisa bertahan jika diperiksa. Jika kita mau memeriksa diri kita sendiri, mungkin banyak dosa yang tidak berani kita beritahukan kepada orang! Namun Tuhan Yesus itu sempurna, diperiksa bagaimanapun, tidak terdapat kesalahan-Nya.

Orang yang tidak mau percaya Yesus pun tidak berani mengatakan Tuhan Yesus bukan Allah. Ketika Napoleon berbincang-bincang dengan para jenderalnya, ia bertanya siapakah Kristus? Kepala stafnya menjawab, “Kristus adalah puncak orang besar di dunia, Dia adalah manusia, bukan Allah.” Napoleon berkata, “Perkataan Anda mungkin ada kesalahannya. Alexander, kaisar, dan saya, semuanya adalah pendiri kerajaan. Tetapi kerajaan-kerajaan yang kami dirikan berdasarkan kekerasan, Kerajaan Surga yang didirikan Kristus, berdasarkan kebaikan, kejujuran . . . Orang pertama dalam kerajaan adalah raja, raja adalah manusia, saya juga manusia. Hanya Kristus yang tidak ada taranya, Dia lebih unggul daripada semua orang.” Setiap orang yang pernah menyelidiki perbuatan Yesus, atau orang yang pernah mendengar nama Yesus, sering berkata bahwa Yesus adalah seorang yang mengorbankan diri. Bahkan orang bukan Kristen juga mengerti satu kalimat dalam Alkitab: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat. 20:28).

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan Yesus Engkau adalah manusia yang sempurna, tanpa kesalahan sedikit pun. Terima kasih Tuhan, Engkau mau memberikan nyawa-Mu menjadi tebusan bagiku.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply