Masih Kurang Satu Hal lagi

Masih Kurang Satu Hal lagi

Jadwal pembacaan Alkitab : Hakim-hakim 20:19 – 21 dan Lukas 18:18-43

Lukas 18:22 “Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Ada seorang pemimpin kaya, yang tekun melakukan segala perintah hukum Taurat, datang kepada Tuhan, namun akhirnya pemuda itu kecewa dengan perkataan Tuhan, dan pergi meninggalkan Tuhan. Jika dilihat dari kacamata dunia, orang ini sangatlah baik. Dari segi kedudukan dia pemimpin, dari segi sosial dia orang kaya, bahkan dari segi agama dia adalah seorang yang patuh pada hukum taurat semenjak muda. Orang yang sedemikian sempurna bagi dunia. Namun di ayat 22, Tuhan Yesus menganggap semuanya itu tidak terhitung di hadapan-Nya. Apa yang bagi dunia dianggap baik, bahkan sempurna, di pandangan Allah tidak ada artinya. Tuhan dengan jelas mengatakan “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan”. Tuhan hanya minta satu hal yang perlu dilakukan, agar dia terhitung di hadapan Allah. Tiga hal yang dia miliki, sama sekali tidak ada yang Tuhan inginkan.

Tuhan berkata: “Juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, …kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Di dalam kitab Injil satu-satunya persyaratan Tuhan bagi mereka yang dipanggil oleh Dia adalah mereka meninggalkan harta milik mereka. Jika kita tidak mengikuti permintaan Tuhan, dan kita tidak mau membayar harga, maka kita pasti akan menjadi seperti orang muda yang pergi meninggalkan Tuhan dengan kesedihan. Jika kita tidak berguna bagi Tuhan hari ini, satu-satunya alasannya adalah kita tidak mau membayar harga, tidak mau memenuhi permintaan Tuhan, dan tidak mau meninggalkan reputasi kita, pendidikan kita, posisi kita, masa depan kita, dan seluruh hidup kita untuk mengikuti Tuhan.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Mohon Engkau menjaga hati kamiagar tidak diduduki oleh hal-hal materi yang membius kami; sebaliknya kami mau belajar membayar harga untuk memperhatikan orang lain dan mengikuti Tuhan dengan mutlak. Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply