Membuka Pintu Injil

Membuka Pintu Injil

Jadwal pembacaan Alkitab : Bilangan pasal 20 – 21 dan Markus pasal 13

Markus 13:10 “Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa”

Dulu di London, ada seseorang bertemu dengan seorang penginjil. Orang itu bertanya kepadanya, “Bukankah tuan pernah memberitakan Injil di Paris? Tahukah tuan, aku sekarang sudah percaya Tuhan Yesus?” Penginjil itu berkata kepadanya, “Baik sekali, jika Anda sudah percaya.” Kemudian orang itu melanjutkan, “Pada hari itu, hanya satu perkataan yang menyebabkan aku percaya Tuhan Yesus.” “Perkataan apa?” tanya penginjil itu. Jawabnya, “Perkataan yang tuan katakan, bahwa palang pintu sorga ada di luar!” Sungguh benar! Palang pintu sorga memang ada di luar. Jika Anda tidak mau masuk, Anda sendirilah yang salah. Andaikata palang pintu sorga ada di dalam, bagaimanapun Anda tidak dapat masuk ke dalamnya. Jika Allah senang membukanya, baru dibuka-Nya; tetapi jika Ia tidak senang, Ia tidak akan membukanya. Anda hanya dapat mengetuk pintu sorga dari luar. Namun, kalau palang pintu sorga itu ada di luar, persoalannya bukan pada Allah, melainkan Anda mau atau tidak masuk ke dalamnya.

Kita memberitakan Injil harus memegang prinsip ini, mulai dari Yerusalem, pusat kita. Yerusalem kita adalah keluarga kita. Setiap orang mempunyai kerabat dekat, kerabat jauh, sekerja, teman sekolah, sahabat, dan tetangga. Mereka banyak yang belum beroleh selamat, mungkin nama Yesus pun belum pernah mereka dengar. Sesungguhnya, kita pergi memberitakan Injil, tidak perlu mengetuk pintu yang baru, mengetuk pintu yang sudah kenal saja sudah cukup. Kita pergi memberitakan Injil kepada semua orang yang kita kenal — seisi rumah, kerabat dekat, kerabat jauh, sahabat, tetangga, sekerja, teman sekolah; orang-orang ini sudah cukup sebagai sasaran kita. Jika kita menyelamatkan satu orang atau mendapatkan satu keluarga, orang itu atau keluarga itu mendapatkan lagi orang-orang kenalan mereka, Injil akan selangkah demi selangkah diberitakan.

Doa:” Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan Yesus, berkatilah agar melalui diri kami, Injil dapat diberitakan kepada orang-orang yang di sekitar kami. Jadikan kami saksi Injil bagi mereka. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Courtesy Image Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply