Mempertaruhkan jiwa

Mempertaruhkan jiwa

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Tawarikh 13 – 16 dan Kisah para rasul 15:1 – 35

Kisah para rasul 15:26, “… yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.”

 

Sebelum seorang Kristen dapat menjadi martir, ia harus memiliki sikap seorang martir lebih dulu. Setiap martir sudah diperlengkapi dengan sikap-sikap tertentu, dan bila saatnya tiba untuk mati martir, orang-orang ini dapat benar-benar menjadi martir melalui menyerahkan hidup jasmaninya. Prinsip ini berlaku dalam mempertaruhkan jiwa di dalam kehidupan gereja. Jika kita tidak memiliki hati untuk mengorbankan pikiran, emosi, dan tekad kita demi kepentingan Tubuh Kristus, kita tidak mungkin dapat mengorbankan hidup jasmani kita menjadi martir. Jika kita damba menjadi satu dengan Tuhan bagi pemulihan-Nya, kita harus mau mengorbankan pikiran, perasaan, dan keinginan kita. Ini berarti mempertaruhkan jiwa kita.

Bila kita tidak mempertaruhkan jiwa kita, mustahillah kita bisa memenuhi kekurangan yang mungkin ada dalam Tubuh Kristus. Memenuhi kekurangan dalam Tubuh Kristus memberi kita suatu kesempatan yang baik sekali untuk mengalami Kristus. Kita perlu mengalami Kristus sedemikian rupa agar kita dapat memenuhi apa yang kurang dalam Tubuh. Jika kita mau mengalami Kristus sampai taraf demikian, kita harus mempertaruhkan kehidupan jiwa kita dengan mengorbankan emosi kita serta keinginannya, tekad kita serta kemauannya, dan pikiran kita serta opininya. Setiap kali kita mengorbankan jiwa kita demi Tubuh, kita akan memiliki suatu kesempatan untuk mengalami Kristus di dalam Tubuh sepenuh-penuhnya.

Jika kita setiap hari mempertaruhkan jiwa kita dalam hidup gereja, kita akan siap menjadi martir bila perlu. Orang-orang yang mempertaruhkan jiwa mereka demi Tubuh Kristus dapat menyerahkan hidup jasmani mereka bagi Tuhan. Selain itu, jika kita mempertaruhkan jiwa kita, kita akan sangat mudah sejiwa dengan kaum beriman yang lain

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas kebangkitan Tuhan Yesus. Rahmatilah diri kami agar kami rela menyerahkan hidup jasmani kami dan mempertaruhkan jiwa kami, agar kami boleh menjadi sejiwa dengan kaum beriman yang lain. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply