Menebus waktu

Menebus waktu

Jadwal pembacaan Alkitab : Yesaya 1:1-3:26 dan Efesus 5:1-33.

Efesus 5:16,dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”  

 

Menebus waktu berarti menggunakan setiap kesempatan yang baik untuk memberitakan Allah Sang Hidup. Inilah artinya hidup dalam hikmat (Ef. 5:15). Dalam zaman yang jahat ini, setiap hari adalah hari yang jahat, penuh dengan perkara-perkara yang merusak, yang membuat waktu kita digunakan dengan tidak efektif, berkurang, dan dirampas. Karena itu, kita harus hidup secara bijaksana agar kita dapat menebus waktu, memegang setiap kesempatan yang ada.

Hidup dalam hikmat berarti mengambil setiap kesempatan untuk menebus waktu. Menebus waktu di sini berkaitan dengan cara kita berbicara dengan orang lain. Sering kali kita harus mengakui kebodohan kita dalam berbicara kepada orang-orang. Dengan berbicara kepada mereka dalam cara-cara tertentu, kita sudah memboroskan waktu. Kita perlu berdoa agar Tuhan memberi kita hikmat dalam kontak kita dengan orang lain. Jika kita hidup dalam hikmat dalam bercakap-cakap dengan orang lain, kita akan menebus waktu kita. Kita semua telah kehilangan kesempatan untuk menyuplaikan hayat karena kita telah menyita waktu dalam percakapan-percakapan yang bodoh.

Cara yang terbaik untuk menebus waktu kita ialah berdoa terus-menerus, berjaga-jaga, dan hidup dalam hikmat. Jika kita melakukan hal-hal ini, kita akan memegang semua kesempatan yang baik untuk memberitakan Allah Sang Hidup. Kalau kita tidak bertekun dalam doa dan tidak berjaga-jaga, kita akan gagal dalam memegang kesempatan untuk menyuplaikan hayat. Kapan pun kita berkontak dengan orang lain tanpa menggunakan hikmat, kita akan memboroskan waktu. Pada kesempatan tertentu kita mungkin memboroskan waktu setengah jam untuk membicarakan hal-hal yang tidak membicarakan Allah Sang Hidup. Kita semua harus belajar berdoa, berjaga-jaga, dan mencari hikmat dari Tuhan agar kita dapat menebus waktu kita.

 

Doa: “Ya Bapa, ampuni untuk setiap waktu yang kami boroskan dalam percakapan-percakapan yang bodoh. Mohon rahmat-Mu menjangkau kami sehingga kami dapat menebus waktu dengan membicarakan tentang diri-Mu kepada orang-orang yang kami temui. Pimpin kami untuk dapat mencari hikmat. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply