Mengenakan kain lenan halus

Jadwal pembacaan Alkitab : Zakharia 1: 1 – 6:8 dan Wahyu 19:1-21.

 

Wahyu 19:8, Kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

 

 Tuhan berjanji kepada para pemenang bahwa mereka akan “mengenakan pakaian putih”. Mengenakan pakaian putih dalam janji ini adalah pahala yang diberikan kepada para pemenang dalam Kerajaan Seribu Tahun. Perilaku mereka dalam zaman ini akan menjadi pahala bagi mereka dalam zaman yang akan datang.

Setiap orang beriman memerlukan dua pakaian: yang pertama adalah pakaian pembenaran untuk keselamatan kita yang melambangkan Kristus sebagai kebenaran obyektif kita. Dalam Lukas 15, ketika anak yang hilang itu kembali ke rumah, bapanya mengambil sehelai jubah yang terindah yang disediakan baginya. Perkara pertama yang dilakukan ayah itu ialah mengenakan jubah terindah itu kepadanya. Dengan mengenakan jubah itu, anak yang hilang itu dibenarkan di hadapan bapanya. Tadinya, ia telah menjadi seorang pengemis yang kasihan, tidak lagi layak hidup bersama bapanya. Tetapi saat ia mengenakan jubah itu, ia dibenarkan dan diperkenan. Ini berarti ia dibenarkan dalam Kristus dan Kristus menjadi jubah kebenarannya. Jadi, pakaian pembenaran adalah untuk keselamatan.

Namun, di samping ini, kita memerlukan pakaian lain yang membuat kita diperkenan Tuhan. “Kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih” dalam Wahyu 19:8 menunjukkan jubah yang kedua. Menurut perlambangan, permaisuri dalam Mazmur 45 mempunyai dua macam pakaian, satu untuk keselamatan dan yang lain untuk dikenakan bersama-sama raja dalam pemerintahan-Nya. Setelah beroleh selamat, kita masih harus memperhidupkan Kristus sebagai pakaian kita yang kedua; kita harus mengejar untuk menjadi matang. Jika kita berbuat demikian, maka kita akan menerima pahala.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih kami boleh memiliki Kristus sebagai “pakaian” keselamatan kami. Kami kini mau mengejar untuk menjadi matang, sehingga kelak kami dapat menerima pahala, dapat mengenakan Kristus sebagai “kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih.” Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply