Mengenal Allah

Jadwal pembacaan Alkitab : Yeremia 43:5-45:5 dan Ibrani 8.

Ibrani 8:11b, Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.”

Berdasarkan firman Allah dan pengalaman kita, cara mengenal Allah dapat dibagi menjadi empat, atau ada empat cara untuk mengenal Allah. Pertama, mengenal Allah melalui benda-benda ciptaan Allah (Rm. 1:20; Mzm. 19:2). Pengenalan semacam ini seharusnya merupakan pengenalan yang dimiliki oleh semua orang dunia. Melihat benda-benda ciptaan Allah, kita seharusnya tergugah dan sadar bahwa dalam alam semesta ini pasti ada satu Pencipta yang Mahakuasa.

Kedua, mengenal Allah melalui mujizat yang Allah lakukan. Cara ini lebih maju daripada cara yang pertama. Lihatlah ketika orang Israel di Mesir, Allah membangkitkan Musa untuk memimpin mereka keluar dari Mesir; namun orang Israel dan raja Firaun tidak percaya Allah. Sebab itu, Allah melalui mujizat dan tanda ajaib membuat mereka percaya. Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, jika ada sekelompok orang karena melihat mujizat percaya kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka (Yoh. 2:23-24), karena mereka mengenal Dia melalui mujizat tanda ajaib, yaitu melalui perbuatan Allah. Pengenalan semacam ini masih dangkal, lahiriah, kurang dalam dan riil.

Ketiga, mengenal prinsip kerja Allah. Pengenalan ini dihasilkan melalui benar-benar telah berkontak dengan Allah, bertemu dengan Allah, dan berurusan dengan Allah. Tetapi pengenalan semacam ini, meskipun sangat berharga, sangat penting, masih belum cukup mengarah ke dalam, belum cukup untuk mengenal diri Allah sendiri. Sebab itu, perlu ada cara pengenalan Allah yang keempat.

Keempat, mengenal diri Allah sendiri. Pengenalan ini adalah pengenalan intuisi, yaitu mengenal Allah melalui perasaan kehidupan yang di dalam. Pengenalan batiniah ini seperti orang mengenal dirinya sendiri, bahkan lebih dalam mengenal dirinya sendiri, karena berasal dari wahyu Roh Kudus di dalam kita.

 

Doa: “Ya Bapa, mohon Engkau membelaskasihani kami supaya kami dapat mengenal-Mu dengan pengenalan yang di dalam. Wahyukanlah diri-Mu supaya kami dapat mengenal-Mu dengan pengenalan yang tidak dangkal. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply