Menghapus segala air mata

Menghapus segala air mata

Jadwal pembacaan Alkitab : Zakharia 11-14 dan Wahyu 21:1-27.

 

Wahyu 21:4, “Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

 

Air mata adalah tanda ketidakpuasan. Air hayat akan disuplaikan, dan air mata akan dihapus. Di sana tidak akan ada air mata, kelaparan, atau dahaga; yang ada hanyalah kenikmatan. Setiap manusia mengalami menetesnya air mata, tetapi dalam langit dan bumi yang baru, mereka akan menerima berkat ini — Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka. Kematian sepenuhnya merupakan akibat dari kejatuhan. Tetapi dalam langit dan bumi yang baru, tidak akan ada kematian lagi. Musuh yang terakhir ini akan dimusnahkan. Perkabungan atau dukacita adalah kepedihan hati kita, rasa menderita di dalam batin, tetapi tangisan adalah ekspresi luarnya. Luka adalah penderitaan pada tubuh fisik kita. Tetapi Allah akan mengakhiri semua itu. Semua itu diringkas dalam kata-kata berikut: air mata, kematian, perkabungan, ratap tangis, dan dukacita. Semua tidak akan ada lagi; semuanya akan berlalu.

Kita menyukai Yerusalem Baru, bukan karena jalannya yang terbuat dari emas, atau pintu gerbang mutiaranya, melainkan karena penyertaan Tuhan. Tidak akan ada air mata di sana. Tuhan sudah menanggung segala derita kita, supaya kita tidak lagi menanggung derita. Syukur kepada Tuhan, sebab di sana tidak ada lagi kesedihan dan tidak ada lagi dosa. Jika ada dosa, maka ada kesukaran, penderitaan, dan air mata. Karena di sana tidak ada dosa, maka selama-lamanya tidak ada lagi air mata. Syukur kepada Allah, hari-hari yang penuh dukacita dan hal-hal yang mendukakan tidak akan berlangsung terus. Yerusalem Baru akan segera datang, dan dunia yang penuh air mata ini akan segera berlalu. Ketika kita sudah di sana, segala penderitaan akan lenyap; sebab bila dosa disingkirkan, penderitaan akan tersingkir juga.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas pengharapan akan Yerusalem Baru di mana segala penderitaan akan lenyap, dosa dan penderitaan pun akan tersingkir, sehingga tidak ada lagi air mata. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply