Menjadi Terbesar adalah Melayani

Menjadi Terbesar adalah Melayani

Jadwal pembacaan Alkitab : Bilangan 9 – 12 dan Markus 10

Markus 10:43b  “…Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu”

Satu teladan dari Tuhan, bagaimana Ia mengasihi manusia adalah dengan cara datang ke dunia dan  melayani manusia. Berbeda dengan pikiran manusia, yang berpikir Tuhan harusnya datang dengan menunjukkan kemuliaan-Nya dan kebesaran-Nya. Pikiran Tuhan hanya mau melayani tapi pikiran kita sama seperti pikiran murid Tuhan, yang meminta kelak dalam kemuliaan-Nya dapat duduk di sebelah kanan dan kiri-Nya (Mrk. 10:37). Tuhan pernah berkata:“Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya (Mrk. 9:35). Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya (Mrk. 10:43-44).

Tuhan tidak pernah melarang manusia untuk memperoleh kebesaran; Dia hanya memberi dorongan kepada manusia tentang cara yang berbeda untuk menjadi besar, yakni dengan cara melayani. Dia sendiri berjalan di jalan ini, seperti inti berita dalam Injil Markus, Dia datang sebenarnya adalah untuk menjadi hamba. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (ayat 45). Perkataan Tuhan di sini secara mutlak bertentangan dengan pikiran manusia yang mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri.

Semoga kita tidak lebih memikirkan posisi menjadi yang terbesar di antara orang lain tapi memiliki kasih yang mau melayani Kristus dan gereja. Orang yang melayani Tuhan, ia akan dihormati Bapa (Yoh. 12:26) Kelak orang yang setia melayanilah yang mempunyai posisi terbesar dalam kerajaan-Nya.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, mohon Engkau bangkitkan kami untuk melayani diri-Mu dan gereja-Mu sama seperti Engkau yang telah menjadi Hamba untuk melayani dan memberikan nyawa sebagai tebusan. Terima kasih Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Courtesy image Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply