Menyelamatkan dengan sempurna

Jadwal pembacaan Alkitab : Yeremia 42-43:4 dan Ibrani 7:11-28.

Ibrani 7:25a, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah.”

 

Ayat 25 mengatakan bahwa Kristus sanggup menyelamatkan kita dengan sempurna. Istilah “sempurna” dapat diterjemahkan secara tuntas, secara menyeluruh sampai kesudahannya, dan sampai selamanya. Karena Ia hidup selamanya, tanpa perubahan sedikit pun, maka penyelamatan Kristus terhadap kita dapat mencapai kesempurnaan baik dalam tingkatan, waktu, maupun ruang. Jadi, Ia sanggup menyelamatkan kita dengan sempurna dalam tingkatan, waktu, dan ruang.

Imamat Kristus yang rajani adalah untuk menyuplai dan imamat-Nya yang ilahi untuk menyelamatkan. Ibrani 7:25 mengatakan, “Karena itu, Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang melalui Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara (berdoa bagi) mereka.” Mengapa Ia sanggup menyelamatkan kita dengan sempurna? Karena Ia hidup selama-lamanya, dan karena Ia adalah kehidupan yang tidak dapat binasa. Walaupun saya berniat menyelamatkan Anda, namun saya sangat mudah rusak dan berakhir. Akan tetapi, Kristus dapat menyelamatkan kita dengan sempurna, karena imamat-Nya terbentuk dari kehidupan yang tidak dapat binasa. Entah bagaimana situasi dan kondisi kita, kita dapat berkata kepada Iblis, “Hai Iblis, lakukanlah sekuat tenagamu. Kerahkanlah semua tentaramu untuk menentangku. Aku tidak takut! Karena aku mempunyai imamat ilahi yang melindungi dan memelihara aku!”

Apakah imamat ilahi ini? Adalah kuasa menyelamatkan dari kehidupan yang tidak dapat binasa. Ministri Imam Besar yang rajani menyuplaikan Allah yang telah melalui proses kepada kita sebagai kenikmatan kita, bukan untuk mempersembahkan kurban kepada Allah karena dosa-dosa kita, sedangkan tugas utama dari Imam Besar ilahi ini adalah menyelamatkan kita.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas Kristus sebagai Imam Besar yang rajani pun ilahi. Kami mengucap syukur atas Kristus sebagai kenikmatan kami, juga yang menyelamatkan kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply