Meratakan Jalan Bagi Tuhan

Meratakan Jalan Bagi Tuhan

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan 9:22 – 11 dan Lukas 3:1-22

Lukas 3:5  “Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan”

 

Lukas pasal 3 memperlihatkan kepada kita awal dari zaman perjanjian baru, bagaimana pelayanan Tuhan Yesus dibuka oleh Yohanes Pembaptis. Pelayanan yang Tuhan Yesus bawa adalah pelayanan yang sepenuhnya baru, berbeda dengan konsep usang hukum taurat yang pada zaman itu masih dipelihara di kalangan orang Yahudi. Kedatangan Yohanes Pembaptis ini sepenuhnya adalah untuk merombak peraturan-peraturan yang lama, dan mempersiapkan jalan baru yang diperkenalkan oleh Tuhan Yesus. Lembah, gunung, bukit, tempat yang berliku-liku dan berlekuk-lekuk melambangkan kondisi hati manusia terhadap Allah dan sesama, semuanya itu perlu ditanggulangi dan dibereskan agar Tuhan bisa bekerja di dalam kita.

Inti dari zaman perjanjian baru atau zaman kasih karunia sekarang ini adalah kasih karunia demi kasih karunia disalurkan kepada gereja, umat pilihan dan tebusan-Nya. Untuk menerima kasih karunia demi kasih karunia sebagai suplai limpah lengkap yang merawat kita, kita perlu terlebih dahulu memeriksa hati kita, dan membiarkan Tuhan bekerja, menanggulangi setiap sudut hati kita yang tidak rata, dan banyak keanehan di dalamnya. Ketika Tuhan mengusik hati kita, memaksa kita keluar dari zona nyaman hati kita, di saat itulah Tuhan sedang bekerja meratakan hati kita. Jika kita mengizinkan Tuhan menggarap hati kita lebih dalam, dan menyakiti alamiah kita, maka kita akan menerima kasih karunia demi kasih karunia, seperti yang tertulis dalam Yohanes 1:16. Dalam 2 Korintus 12:9 Rasul Paulus mengizinkan Allah menggarap dia lewat tidak dilepaskan dari duri dalam dagingnya, dan Allah secara langsung menyatakan, saat dalam kondisi demikianlah kasih karunia-Nya ternyatakan.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan Yesus, kami rindu agar hati kami yang bengkok dan tidak rata ini dibereskan agar Engkau dapat bekerja dengan bebas di dalam hati kami dan kami dapat menerima lebih banyak anugerah-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply