Para pemenang

Jadwal pembacaan Alkitab : Mikha 5:2 – 7:20 dan Wahyu 14:1-20.

Wahyu 14:4c , Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.” 

 

Gereja bukan hanya kaki pelita yang bersinar dan anak laki-laki yang berperang, tetapi juga merupakan sebidang ladang yang mempertumbuhkan hasil bumi dan tuaian. Tuaian yang masih hijau belum dapat dituai. Tetapi ketika tuaian telah masak, tentu akan segera dituai. Sebagian dari tuaian yang telah masak duluan disebut buah sulung. Buah sulung akan diangkat ke Gunung Sion di surga sebelum kesusahan besar. Seperti yang ditunjukkan dalam 14:4, buah sulung itu adalah orang-orang yang “mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi”. Sebagai buah sulung, mereka akan diangkat ke rumah Allah di Sion sebagai satu kenikmatan dan kepuasan yang segar bagi Allah.

Menurut perlambangan dalam Perjanjian Lama, buah sulung dari tuaian yang paling baik tidak dibawa ke lumbung, melainkan ke Bait Allah (Kel. 23:19). Ini menunjukkan bahwa semua pemenang tahap awal akan dibawa masuk ke rumah Allah di surga untuk kenikmatan Allah. Kita bukan hanya harus menjadi kaki pelita hari ini, tetapi juga menjadi anak laki-laki hari ini untuk berperang melawan musuh Allah, juga buah sulung hari ini untuk memuaskan keinginan Allah.

Jika hari ini Anda tidak mau membuang dunia dan hidup bagi Kristus, Kristus akan meninggalkan Anda di bumi untuk menempuh kesusahan besar. Pada saat itu, Anda pasti membuang dunia dan menyadari bahwa cara hidup yang paling baik adalah hidup bagi Kristus. Mungkin Anda merasa dunia ini terlalu indah untuk dibuang. Jika demikian, Tuhan akan berkata, “Karena engkau sangat mengasihi dunia, Aku akan meninggalkan engkau dengan dunia ini agar engkau rasakan apakah dunia ini benar-benar indah.” Kemudian Tuhan akan mengguncangkan bumi ini, hingga akhirnya Anda berkata, “Tuhan, aku bertobat.” Akan tetapi, pertobatan itu mungkin telah terlambat.

 

Doa: “Ya Bapa, kami bertobat di hadapan-Mu, karena kami seringkali masih mengasihi dunia. Rahmati diri kami agar dapat membuang dunia dan hidup bagi Kristus, supaya saat Kristus datang kembali, kami boleh luput dari kesusahan besar. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply