Pelayanan Para Saudari

Pelayanan Para Saudari

Jadwal pembacaan Alkitab : Yosua  3-4 dan Lukas  8:1-25

Lukas 8:1-3  “Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan … Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.”

 

Dalam Lukas 8:1-3 kita nampak ada dua belas orang yang dipanggil mengikuti Penyelamat dan ada perempuan-perempuan yang telah disembuhkan yang melayani Penyelamat dan para pengikut-Nya dengan harta milik mereka sendiri. Suatu gambaran yang indah!

Perempuan-perempuan yang disebutkan di sini melayani Tuhan dan kedua belas murid dengan harta milik mereka. Mungkin di bawah kedaulatan Tuhan, suami-suami dari perempuan-perempuan ini kaya. Perempuan-perempuan itu tidak memboroskan harta mereka ke dunia sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang, tetapi mereka melakukan kebajikan mereka dengan memakai harta milik mereka untuk melayani Tuhan dan murid-murid-Nya.

Menurut Lukas 8:1-3, ada dua kelompok orang yang mengitari Tuhan Yesus. Kelompok yang pertama terdiri atas murid-murid-Nya; kelompok yang kedua terdiri atas perempuan-perempuan. Murid-murid itu hanya mengikuti Tuhan tanpa melakukan apa-apa. Namun, perempuan-perempuan ini dengan riil melayani Tuhan dan murid-murid. Dalam kehidupan gereja, para kaum saudari adakalanya lebih riil daripada kaum saudara. Para saudara adakalanya mudah berbicara, namun para saudari lebih sering melayani dan dapat menyuplai dengan riil.

Sungguh bermakna bahwa Lukas 8:1-3 ini mengikuti 7:36-50. Urutan ini menunjukkan bahwa setelah kita mengalami pengampunan dosa, mulai mengasihi Tuhan dan hidup dalam damai sejahtera, kita seharusnya mengikuti Tuhan dan melayani Tuhan.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan Yesus, mohon Engkau bangkitkan lebih banyak saudari yang melayani, sehingga melalui pelayanan mereka, pekerjaan Injil semakin beroleh kemajuan.Terima kasih Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply