Posted in Devotions
Pencobaan untuk Menyempurnakan

Pencobaan untuk Menyempurnakan

Salam damai sejahtera pendengar yang terkasih dalam Tuhan Yesus, program Makanan Rohani Eph219 ingin mendorong setiap kaum beriman untuk membaca Alkitab setahun sekali dan menyampaikan makanan rohani kepada seluruh anggota keluarga Allah.

Jadwal pembacaan Alkitab : Yer. 30-31 dan Ibr. 2.

Fokus renungan kita :  “PENCOBAAN UNTUK MENYEMPURNAKAN”

Firman Tuhan dalam Ibr. 2:18 berkata, Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.”  

Aspek pertama dari hidup kristiani yang sempurna adalah menanggung pencobaan-pencobaan. Pencobaan merupakan suatu penderitaan yang mengandung maksud untuk menguji kita. Sebagai gambaran, kita bisa memakai ujian akhir di sekolah. Murid-murid tahu bahwa ujian akhir bisa menjadi suatu pencobaan yang riil. Akan tetapi, sebenarnya pencobaan semacam itu merupakan suatu pertolongan bagi para murid. Jika di sekolah tidak ada ujian akhir, para murid mungkin akan melalaikan pelajaran mereka. Namun, ketika mereka tahu bahwa ujian akhir telah di ambang pintu, mereka akan berkonsentrasi kepada pelajaran mereka dengan rajin. Karena itu, ujian akhir membantu para murid mempelajari hal-hal yang penting.

Dalam “sekolah pendidikan rohani” juga ada macam-macam “ujian”. Salah satu ujian adalah tentangan dari keluarga dan kawan-kawan. Akan tetapi perlu kita ingat bahwa yang menjadi “Kepala” sekolah ini adalah Bapa surgawi kita. Ia mengatur berbagai ujian bagi kita. Sebagaimana ujian-ujian berfaedah bagi para murid, demikian juga berbagai pencobaan yang kita hadapi sebagai orang-orang Kristen bermanfaat bagi kita. Karena alasan inilah para orang tua murid akan sangat berterima kasih dengan adanya ujian akhir, karena mengetahui hal itu membantu anak-anak mereka untuk memperoleh manfaat dari pendidikan mereka.

Dalam 1:2 Yakobus mengatakan, “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.” Ini menyatakan bahwa kita seharusnya menganggap semua pencobaan sebagai suatu kebahagiaan, bukan hanya pencobaan tertentu. Pencobaan itu benar-benar merupakan suatu bantuan di dalam hidup kristiani kita, karena Allah menggunakannya untuk menyempurnakan kita karena kita sendiri telah menderita pencobaan, maka kita dapat menolong mereka yang dicobai.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas setiap ujian yang Engkau aturkan untuk menyempurnakan kami. Semoga melalui setiap ujian yang kami alami, kami pun dapat menolong mereka yang tengah diuji. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply