Pergi demi Injil

Pergi demi Injil

Jadwal pembacaan Alkitab : Yosua 13 – 14 dan Lukas 10:1-20

Lukas 10:3 “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”

Saudara hamba Tuhan pernah mengatakan bahwa pekerjaan sejati adalah mengalirkan diri Kristus. Kristus adalah hidup kita, ingin diperluas, berkembangbiak, dan dinikmati setiap orang. Selama melaksanakan pelayanan-Nya di bumi, Tuhan Yesus pun sudah memiliki kedambaan untuk memberikan hidup-Nya. Lukas pasal sepuluh mencatat, tujuh puluh orang murid diutus untuk memberitakan Injil, menghancurkan pekerjaan Iblis, dan memperluas kesaksian-Nya. Sepanjang kehidupan pelayanan-Nya, Tuhan Yesus memiliki kehidupan yang “pergi”, bukan kehidupan yang diam. Dari desa-desa hingga ke kota-kota, dari pagi hingga malam Tuhan terus berjalan dan memberitakan injil.

Saudara-saudari, Tuhan Yesus masih memiliki perintah yang sama sampai hari ini. Tuhan ingin pelayanan-Nya di bumi terus berlanjut sampai sekarang, Tuhan masih meminta kepada kita, “Pergilah!”. Keselamatan kekal Allah harus disalurkan kepada semua orang. Ingatlah kepada keluarga, teman-teman, tetangga-tetangga kita yang belum beroleh selamat, kepada merekalah Tuhan mengutus kita untuk menyampaikan berita sukacita. Kita perlu mengambil beban atas perintah Tuhan ini. C.T. Studd, seorang penginjil yang pergi ke Afrika mengatakan “Jika Yesus Kristus adalah Allah dan mati untukku, maka tidak ada pengorbanan yang terlalu besar bagiku untuk Dia.” Meskipun dengan banyak tantangan di Afrika, C.T. Studd tetap pergi, karena baginya pengorbanan Yesus Kristus jauh lebih besar dari apa yang dapat ia lakukan. Tidak ada alasan untuk tidak pergi, meskipun itu di tengah-tengah serigala, namun Dia menyertai kita, Dia selalu bersama kita, Dia mendorong kita untuk pergi, menyalurkan berkat hidup kekal-Nya kepada semua orang.

Doa: “Ya Bapa, kami mohon agar Tuhan membangkitkan kami menjadi pekerja-pekerja yang siap diutus untuk menuai tuaian milik Tuhan jiwa-jiwa yang memerlukan keselamatan.Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply