Perlu menyelamatkan jiwa

Perlu menyelamatkan jiwa

Jadwal pembacaan Alkitab : Zakharia 6: 9 – 10 dan Wahyu 20:1-15.

 

Wahyu 20:15,   Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

 

Menyelamatkan jiwa orang wajib seperti ”merampas mereka dari api” (Yud. 23), dan ibarat menarik puntung dari api (Za. 3:2); jangan terlambat, melainkan harus cepat-cepat. Begitu kendur sedikit, kandaslah jiwa-jiwa itu. Betapa seriusnya hal ini. Kita harus  tiap hari berdoa di hadapan Tuhan, bila ada kesempatan, pergilah bersaksi.

Carrey, seorang penginjil, pernah bercerita, ”Pada suatu hari, pagi-pagi, saya merasa harus keluar mengunjungi seorang wanita yang pernah mendengar khotbah saya. Tetapi karena belum berkenalan dengannya, saya lalu berkata kepada diri sendiri, nanti saja, beberapa hari lagi. Tengah harinya ada dorongan lagi yang menyuruh saya mengunjunginya untuk berbincang-bincang dengannya tentang firman Tuhan. Ketika itu saya sedang bersantap siang. Saya kira tidak terlambat kalau nanti sore pergi melihatnya. Sampai sore hari, karena ada tamu datang, hal itu pun terlupakan. Setelah makan malam saya istirahat, lalu tidur. Keesokan harinya saya terkejut mendengar kabar bahwa wanita itu mati bunuh diri tadi malam. Oh, alangkah menyesalnya saya saat itu, dan kasus itu tidak terlupakan seumur hidup saya.”

Paulus adalah orang yang bergairah merebut jiwa orang. Ia berkata, “. . . supaya aku sedapat mungkin memenangkan (menyelamatkan) beberapa orang dari antara mereka” (I Kor. 9:22). “. . . keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka (orang Israel) diselamatkan” (Rm. 10:1). Sekujur dirinya penuh dengan kuman Injil, dalam pandangan orang, ia seperti penyakit sampar (Kis. 24:5).

D.L. Moody juga memiliki antusias yang penuh dalam menolong jiwa-jiwa yang terhilang. Kecuali menginjil di atas mimbar, ia setiap hari paling sedikit memberitakan Injil kepada satu orang; ini ia praktikkan seumur hidup, tanpa terputus atau kendor.

 

Doa: “Ya Bapa, penuhilah hati kami dengan “kuman” Injil, sehingga kami dengan antusias bisa meneladani Paulus, menjadi orang yang dengan tekun memberitakan Injil sampai seumur hidup kami. Ampunilah kami yang karena kekendoran kami, banyak jiwa terhilang dan tidak dapat diselamatkan. Rahmatilah diri kami bisa memiliki permulaan yang baru dalam memberitakan Injil dan membawa orang-orang berdosa datang kepada Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply