Sebutir Biji Gandum

Sebutir Biji Gandum

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Raja – raja 8 dan Yohanes 12:20- 50

Yohanes 12:24 “Kata-Nya kepada mereka: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.””

Ketika Tuhan Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan mati, mereka menjadi susah dan kecewa. Mereka berpikir bahwa jika Tuhan akan menderita dan mati, maka segala sesuatunya akan berakhir. Tetapi setiap kali Tuhan memberi tahu mereka tentang kematian-Nya, Ia juga memberi tahu mereka tentang kebangkitan-Nya. Sedikitnya tiga kali Tuhan Yesus memberi tahu mereka satu perkara ini (Mat. 16:21; 17:22-23; 20:18-19). Mereka hanya menangkap pemikiran mengenai kematian-Nya, bukan kebangkitan-Nya. Akhirnya Tuhan memberi tahu mereka bahwa Ia adalah sebutir biji gandum (Yoh. 12:24).

Biasanya orang-orang tidak memiliki pemikiran mengenai kebangkitan, tetapi dalam ciptaan Allah kita dapat melihat prinsip kebangkitan. Ketika sebutir biji gandum ditaburkan ke dalam tanah, ia mati di dalam tanah. Namun kematian tersebut bukan akhir darinya. Kematian tersebut mengarah kepada sesuatu yang lebih dalam—kebangkitan. Jika Anda mengubur sebuah batu kecil, ia tidak akan bertumbuh. Tetapi, jika Anda menanam sebutir biji gandum ke dalam tanah, ia akan mati dan bertumbuh, dan pertumbuhan tersebut adalah kebangkitan. Ketika bertumbuh, ia memproduksi dan menghasilkan banyak biji dan biji-biji tersebut merupakan pelepasan, reproduksi, perbanyakan, dan pertambahan dari satu biji tersebut. Kita menganggap bahwa sebutir biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati adalah hal yang biasa, tetapi prinsip dari peristiwa tersebut bukanlah hal yang biasa. Tuhan Yesus menggunakan hal ini sebagai ilustrasi untuk kematian, kebangkitan, dan reproduksi-Nya. Reproduksi ini adalah penyaluran kuasa ilahi. Reproduksi dari sebutir biji gandum adalah penyaluran hidup dari satu biji ini ke dalam banyak biji.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Kami memuji-Mu, sebutir biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, menghasilkan banyak butir. Dikau tidak saja mati, bangkit juga Menghasilkan banyak Buah. Terima kasih atas kuasa kebangkitan-Mu di dalam kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply