Siapakah Sesamaku Manusia

Siapakah Sesamaku Manusia

Jadwal pembacaan Alkitab : Yosua 15 – 17 dan Lukas 10: 21-37

Lukas 10:29 “Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

 

Di dalam Injil Lukas ada sebuah perumpamaan yang unik. Dikisahkan bahwa ada seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho dan jatuh ke tangan para penyamun yang merampoknya habis-habisan, pun juga memukulnya dan pergi meninggalkannya setengah mati. Kemudian lewatlah seorang imam dan seorang Lewi, yang sebangsa dengan orang tersebut, ke tempat yang sama. Akan tetapi, mereka melewatinya begitu saja. Hingga lewatlah seorang Samaria, yang dianggap rendah dan hina oleh bangsa Israel. Ia justru datang kepada orang itu dan membalut luka-lukanya dan menyiraminya dengan minyak dan anggur, pula membawanya ke penginapan.

Perumpamaan ini sebenarnya adalah jawaban atas pertanyaan dari seorang Farisi yang membenarkan dirinya. Karena sombong, ia bertanya kepada Tuhan, siapakah sesamanya itu (ay. 29). Ia sepertinya berkata kepada-Nya, “Siapakah sesamaku supaya aku dapat mengasihinya?”

Dalam ayat 36 Tuhan Yesus kemudian bertanya kepada ahli Taurat itu, “Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Ahli Taurat itu mengira bahwa ia dapat mengasihi orang lain sebagai sesamanya (ay. 29). Karena dibutakan oleh membenarkan diri sendiri, ia tidak tahu bahwa ia pun perlu seorang sesama, yaitu Tuhan Yesus Sang Manusia Juruselamat yang sejati, untuk mengasihinya. Semoga kita tidak dibutakan oleh kesombongan dan segala pembenaran diri. Setiap hari kita harus nampak dengan jelas dan ingat bahwa Tuhan Yesus sebagai Manusia-Juruselamat adalah Yang akan mengasihi dan memberi kita keselamatan sempurna. Dialah sesama kita yang sejati.

Doa: “Ya Bapa, saat ini kami bertobat kembali kepada-Mu. Tuhan,tolong kami dari segala kesombongan dan pembenaran diri agar kami beroleh anugerah dan berkat. Terima kasih Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply